Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Yakin Krisis Global Percepat RI Swasembada Pangan dan Energi

JUMAT, 13 MARET 2026 | 21:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto melihat krisis global bukan semata ancaman, melainkan peluang untuk mempercepat agenda transformasi nasional menuju swasembada pangan dan energi.

Pandangan tersebut disampaikan saat Prabowo memberikan pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Dalam arahannya kepada jajaran Kabinet Merah Putih, Prabowo menegaskan bahwa dinamika global yang penuh ketidakpastian memaksa pemerintah bergerak lebih cepat.


“Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Akhirnya kita dipaksa akselerasi. Kita sudah mengerti masalahnya, dari dulu kita ingin swasembada pangan, swasembada energi. Kita sudah mengarah ke situ. Tapi sekarang akan mempercepat,” kata dia.

Menurutnya pemerintah sejak awal telah memahami pentingnya mengurangi ketergantungan pada energi impor dengan memperkuat pemanfaatan energi dalam negeri, termasuk energi terbarukan. 

Kondisi global yang berkembang saat ini dinilai menjadi pendorong kuat untuk mempercepat peralihan tersebut.

“Kita sudah tahu bahwa kita harus melakukan pengalihan energi kepada energi terbarukan, kepada energi yang kita miliki sendiri. Kita sudah paham itu. Ini mempercepat. Jadi ini memaksa kita untuk bekerja lebih keras,” paparnya.

Dia juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang dapat diolah menjadi energi alternatif. Mulai dari komoditas pertanian hingga sumber energi terbarukan lain dinilai dapat menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kita punya kelapa sawit, bisa kita ubah menjadi solar, bisa menjadi etanol. Kita bisa dari tebu, kita bisa dari singkong, kita bisa dari jagung. Ini kita punya semua. Kita punya geotermal yang banyak. Kita bisa pakai kekuatan air, hidro, mini hidro, banyak sekali,” tutur Presiden.

Dalam upaya mempercepat pengembangan energi bersih, pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas tenaga surya hingga 100 gigawatt dalam dua tahun ke depan. 

Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan lahan mencapai sekitar 100 ribu hektare yang sebagian potensinya telah teridentifikasi di berbagai wilayah.

“Kita akan melaksanakan pembangunan yang sangat cepat terhadap tenaga surya, yang rencananya kita akan melakukan 100 gigawatt yang kita targetkan harus selesai dalam 2 tahun yang akan datang ini. 100 gigawatt itu adalah 100 ribu megawatt. Berarti kita butuh secara garis besar 100 ribu hektare,” kata Presiden.

Selain energi terbarukan, pemerintah juga mencatat adanya temuan ladang gas baru yang dinilai akan memperkuat ketahanan energi nasional. 

Presiden menyebut pengembangan ladang gas di kawasan Andaman oleh Mubadala Energy serta proyek gas raksasa di Blok Masela menjadi sinyal positif bagi masa depan energi Indonesia.

“Kita juga menemukan ladang gas yang besar di Andaman yang sudah diketemukan dan akan dikerjakan dalam waktu singkat oleh Mubadala. Kita juga sebentar lagi akan membuka ladang Masela, juga ladang gas yang sangat-sangat besar,” ujar Presiden.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya