Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Sindir Pengamat Tak Patriotik, Bikin Rakyat Cemas

JUMAT, 13 MARET 2026 | 18:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengkritik sejumlah pengamat yang dinilai kerap melontarkan pandangan bernada pesimistis dan berpotensi menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat. 

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat Sidang Paripurna Kabinet digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Prabowo menilai tindakan tersebut tidak menunjukkan sikap patriotik karena membangun narasi yang memicu keresahan publik terhadap jalannya pemerintahan.


“Jadi pengamat-pengamat menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat.  Menurut saya sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan sikap patriotik. Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan," kata Presiden.

Kepala Negara mengaku tidak memahami cara berpikir pihak-pihak yang terus membangun narasi pesimistis. Ia menegaskan Indonesia ibarat satu kapal besar yang harus dijaga bersama, karena jika kapal itu oleng maka semua pihak akan ikut terdampak.

"Kita selamatkan kapal besar kita, kapal yang namanya Republik Indonesia ini, mengarungi lautan yang penuh karang, yang penuh bahaya," tambahnya. 

Dia berkomitmen menertibkan praktek semacam itu dan mengaku memiliki data intelijen yang cukup terkait pihak-pihak yang berada di balik berbagai manuver yang dinilai meresahkan.

"Kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya, jadi saya tiap hari saya dapat laporan intel. Saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai, pada saatnya kita tertibkan itu semua," tugasnya. 

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap mengedepankan pendekatan berbasis bukti dan upaya meyakinkan masyarakat melalui fakta. Ia meyakini rakyat mampu menilai secara jernih berbagai informasi yang beredar di ruang publik.

“Saya percaya dengan evidence based, dengan bukti rakyat kita akan mengerti," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya