Ilustrasi Mudik. (Foto: RMOL)
Masyarakat yang berencana pulang ke kampung halaman pada lebaran Idulfitri tahun ini diimbau agar melaporkan keberangkatannya kepada pengurus lingkungan setempat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan upaya ini dilakukan sebagai upaya preventif meminimalisir risiko gangguan keamanan dan bencana, seperti kebakaran dan banjir.
"Jadi saya sudah meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta sampai dengan tingkat RW, RT, melakukan sosialisasi bagi semua warga yang akan mudik untuk melaporkan," ujar Pramono di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jumat, 13 Maret 2026.
Pramono mengatakan, pelaporan mudik masyarakat kepada pengurus lingkungan penting dilakukan agar hunian yang ditinggal dalam keadaan kosong tetap terpantau.
Dia juga mengingatkan adanya potensi curah hujan serta kenaikan permukaan air laut (rob) selama masa lebaran. Dengan melapor ke pengurus lingkungan, maka diharapkan respons cepat dapat dilakukan jika terjadi situasi darurat di wilayah pemukiman yang sedang ditinggal penghuninya.
"Supaya ada yang bertanggung jawab kalau kemudian ini ditinggal pulang kampung. Jangan sampai seperti waktu yang lalu, kebetulan ada kebakaran atau juga banjir, karena ini masih ada potensi untuk hujan curah hujan pada saat Idulfitri itu kemungkinan menengah," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Pramono meluruskan pemberitaan mengenai program yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta, yakni 'Mudik ke Jakarta'. Menurutnya, program ini diadakan untuk menjadikan Jakarta sebagai destinasi wisata saat libur lebaran, bukan untuk mengundang arus urbanisasi masyarakat luar datang ke Jakarta.
"Mudik ke Jakarta, itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian di mana-mana datang ke Jakarta untuk mudik," jelas dia.
Untuk menarik minat masyarakat yang tidak mudik, Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah program, mulai dari diskon tempat wisata, diskon belanja di berbagai pusat perbelanjaan, hingga layanan transportasi gratis selama hari raya Idulfitri.
"Termasuk yang sudah saya putuskan adalah untuk transportasi, dua hari berturut-turut kami gratiskan semua transportasi atau pelayanan publik yang menggunakan transportasi yang ada di Jakarta," tandasnya.