Berita

Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia. (Foto: Istimewa)

Politik

Keselamatan Pekerja Energi Indonesia di Wilayah Konflik Harus Jadi Prioritas Utama

JUMAT, 13 MARET 2026 | 17:47 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pentingnya kepastian keselamatan dan perlindungan bagi pekerja sektor energi Indonesia yang bertugas di wilayah dengan tingkat risiko tinggi, termasuk kawasan Teluk yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan dinamika keamanan.

Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia mengatakan, pekerja sektor energi, khususnya awak kapal tanker yang beroperasi di jalur distribusi energi internasional, memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok energi global. Oleh karena itu, aspek keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik yang berkembang.

“Keselamatan pekerja Indonesia yang bertugas di sektor energi, termasuk kru kapal tanker Pertamina yang beroperasi di kawasan Teluk, perlu menjadi perhatian utama di tengah perkembangan situasi konflik di wilayah tersebut," kata Shanty dalam keterangannya, Jumat 13 Maret 2026.


Terlebih, kawasan sekitar Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia dan dalam beberapa waktu terakhir juga terjadi peningkatan insiden keamanan terhadap kapal tanker.

Ia menilai pemerintah bersama operator pelayaran energi perlu memastikan penerapan protokol keselamatan yang ketat, termasuk sistem pemantauan keamanan yang berkelanjutan bagi kapal dan kru yang bertugas di wilayah berisiko.

“Karena itu, pemerintah bersama operator pelayaran energi perlu memastikan penerapan protokol keselamatan yang ketat serta pemantauan situasi keamanan secara berkelanjutan,” kata Shanty.

Shanty juga mengapresiasi langkah PT Pertamina (Persero) yang terus memantau kondisi kapal dan kru yang beroperasi di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pekerja sekaligus memastikan kelancaran distribusi energi.

“Pekerja sektor energi, termasuk awak kapal tanker Pertamina, merupakan bagian penting dari rantai distribusi energi global sehingga perlindungan terhadap keselamatan mereka perlu terus dipastikan di tengah dinamika konflik yang meningkat,” tutup Shanty.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya