Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Bitcoin Menguat di Level 71.000 Dolar AS

JUMAT, 13 MARET 2026 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin menguat dan tampil lebih baik dibandingkan pasar saham global yang cenderung bergerak datar. Kenaikan ini terjadi di tengah berbagai perkembangan geopolitik yang mulai meredakan ketegangan di pasar energi.

Pada Jumat siang, 13 Maret 2026, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 2,81 persen menjadi sekitar 71.309 dolar AS, menurut data CoinMarketCap. Kenaikan ini menunjukkan minat investor terhadap aset kripto masih cukup kuat meski kondisi pasar global belum sepenuhnya stabil.

Dalam sepekan terakhir, pergerakan Bitcoin juga cukup sejalan dengan indeks saham utama Wall Street, S&P 500. Hubungan ini menunjukkan bahwa keduanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi global yang sama, seperti kebijakan pemerintah dan kondisi pasar energi.


Salah satu faktor yang mendorong kenaikan Bitcoin kali ini adalah kebijakan pemerintah AS terkait pasar minyak. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan izin sementara bagi sejumlah negara untuk kembali membeli minyak dari Rusia yang sebelumnya dibatasi oleh sanksi.

Kebijakan ini bertujuan menekan harga energi dunia dan meredakan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi yang disertai inflasi tinggi. Dalam kondisi pasar yang tidak pasti, sebagian investor kembali melihat Bitcoin sebagai aset alternatif untuk menjaga nilai investasi.

Kenaikan harga juga dipicu oleh aktivitas di pasar derivatif. Banyak trader sebelumnya memasang taruhan bahwa harga Bitcoin akan turun. Ketika harga justru naik, banyak posisi tersebut terpaksa ditutup dengan total likuidasi sekitar 94 juta Dolar AS, yang pada akhirnya ikut mendorong harga semakin tinggi.

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih akan dipengaruhi oleh keputusan bank sentral AS, Federal Reserve, yang dijadwalkan menggelar pertemuan pada 17-18 Maret. Jika kebijakan yang diambil lebih ketat, pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin, berpotensi mengalami tekanan kembali.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya