Berita

Salah satu SPBU di wilayah Jakarta Selatan (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Jelang Mudik, Kementerian ESDM Siapkan 7.800 SPBU dan Posko Energi Nasional

JUMAT, 13 MARET 2026 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan distribusi energi, termasuk BBM dan LPG, menjelang musim mudik Lebaran.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggi, menegaskan, meskipun Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan BBM, pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi karena fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan stok energi aman dan distribusi berjalan lancar. 

“Memang benar, saat ini Indonesia masih berstatus sebagai net importer. Dari total konsumsi sekitar 1,6 juta barel per hari, produksi domestik kita sekitar 605 ribu barel per hari, sementara sisanya masih harus dipenuhi melalui impor,” jelas Dwi Anggi dalam sebuah wawanara dengan televisi, dikutip Jumat 13 Maret 2026.


Namun, menurut Dwi, ketergantungan pada impor tidak terpaku pada satu kawasan saja. 

“Kita memiliki banyak sumber alternatif, misalnya dari negara-negara di Afrika seperti Nigeria dan Angola, kemudian dari Amerika Latin seperti Brasil, serta dari Amerika Serikat. Dengan diversifikasi sumber pasokan tersebut, kita tidak bergantung pada satu wilayah saja,” ujarnya.

Kementerian ESDM juga mendirikan Posko Nasional yang melibatkan berbagai pihak, termasuk badan usaha yang menyuplai BBM, LPG, dan listrik, guna memantau kondisi energi secara real-time.

Pemerintah menugaskan Pertamina untuk meningkatkan kesiapan distribusi BBM. 

“Tidak hanya melalui SPBU, tetapi juga dengan menyiapkan layanan tambahan di jalur-jalur mudik, seperti SPBU kantong dan SPBU mobile,” kata Dwi. Selain itu, sekitar dua ribuan agen LPG akan disiagakan 24 jam, sementara 7.800 SPBU di seluruh Indonesia dipastikan siap melayani di titik-titik dengan peningkatan konsumsi, seperti jalur mudik, kota tujuan, dan destinasi wisata.

Dwi menambahkan proyeksi konsumsi energi saat mudik Lebaran biasanya meningkat signifikan. 

“Secara historis, konsumsi BBM biasanya naik sekitar 10-20 persen. Sementara untuk LPG peningkatannya relatif kecil, sekitar 0,4 persen,” jelasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya