Berita

Transjabodetabek rute SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta. (Foto: PPID DKI)

Nusantara

Rute Transjabodetabek Blok M–Soetta Tekan Penggunaan Kendaraan Pribadi

JUMAT, 13 MARET 2026 | 10:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluncuran layanan Transjabodetabek rute SH2 (Blok M–Bandara Soekarno-Hatta) disambut baik Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto.

Layanan ini dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara yang saat ini mencapai sekitar 80 persen.

“Saya kira ini langkah yang baik untuk mempermudah masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang akan bepergian dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Wahyu, Jumat, 13 Maret 2026.


Ia juga menilai layanan tersebut dapat memberikan kemudahan bagi para pengunjung yang datang ke Jakarta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Namun demikian, Wahyu mengingatkan agar pengelola layanan memperhatikan sejumlah hal penting, seperti konsistensi waktu pelayanan serta kesiapan fasilitas pendukung di titik keberangkatan maupun kedatangan.

Adapun sejumlah aspek yang perlu diperhatikan antara lain pengaturan antrean penumpang, serta ketersediaan bantuan bagi penumpang yang membawa barang atau koper.

“Hal-hal seperti konsistensi waktu pelayanan serta fasilitas di bandara maupun di Blok M, termasuk pengaturan antrean dan bantuan bagi penumpang yang membawa barang, perlu menjadi perhatian,” katanya.

Ia menambahkan, layanan Transjabodetabek tersebut menjadi alternatif tambahan bagi masyarakat selain moda transportasi umum yang telah tersedia untuk menuju bandara.

Wahyu berharap, layanan baru ini dapat segera tersosialisasi secara luas sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal.

“Semoga layanan ini dapat segera tersosialisasi dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tuturnya.

Layanan ini mengoperasikan 14 armada bus berdesain low deck yang dilengkapi bagasi untuk koper. Bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan target melayani hingga 2.000 penumpang per hari.

Sebagai bagian dari promo masa mudik Idulfitri, tarif layanan ditetapkan sebesar Rp3.500 selama tiga bulan pertama. Setelah itu, tarif akan dievaluasi dan diproyeksikan berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk menjaga keberlanjutan subsidi daerah.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya