Berita

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Defisit APBN Harus Dijaga di Bawah 3 Persen PDB

JUMAT, 13 MARET 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Disiplin fiskal dinilai tetap menjadi kunci menjaga kredibilitas keuangan negara di tengah tekanan ekonomi global. Karena itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dijaga agar tidak melampaui batas yang diatur dalam undang-undang.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menegaskan pemerintah dan DPR tetap berkomitmen mematuhi Undang-Undang Keuangan Negara yang membatasi defisit maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, ruang defisit ideal bahkan berada di bawah batas tersebut.

“Mengenai kemungkinan defisit melebar sampai 3 persen, kami patuh terhadap Undang-Undang APBN dan Undang-Undang Keuangan Negara yang batasannya 3 persen dari PDB. Saya tidak pernah punya pikiran liar untuk berpikir di atas itu,” ujar Said, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.


Ia menilai kondisi fiskal Indonesia masih relatif terkendali jika melihat asumsi makro dalam APBN. 

Berdasarkan simulasi yang dilakukan Banggar DPR hingga awal Maret, sejumlah indikator masih berada dalam kisaran yang aman, termasuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang rata-rata masih di bawah asumsi APBN.

Namun demikian, Said mengingatkan adanya tekanan eksternal yang dapat memengaruhi kinerja fiskal, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga perubahan outlook peringkat utang Indonesia. Ia menyebut setiap pelemahan rupiah sebesar Rp100 dapat menambah defisit sekitar Rp800 miliar.

“Memang ada ikutan pelemahan atau depresiasi rupiah yang setiap 100 perak itu langsung efeknya 800 miliar terhadap defisit kita,” kata Said.

Selain faktor nilai tukar, perubahan outlook peringkat utang juga dinilai dapat menambah tekanan terhadap APBN. Menurutnya, kenaikan biaya akibat perubahan persepsi risiko pasar dapat berdampak langsung pada pelebaran defisit.

Meski begitu, Banggar DPR menilai pemerintah tidak perlu bereaksi berlebihan terhadap dinamika jangka pendek, karena perhitungan fiskal tetap dilakukan dalam kerangka tahunan APBN.

“Kita tidak perlu gaduh, tidak perlu menjadi bangsa kagetan, karena dari berbagai simulasi dan tes yang dilakukan oleh Badan Anggaran DPR, rata-rata sampai tanggal 9 itu baru di 68,8 dolar AS ICP,” ujarnya.

Dalam menjaga disiplin fiskal, Banggar juga mendorong pemerintah melakukan penajaman belanja negara, terutama dengan memprioritaskan program yang benar-benar mendesak. Program prioritas yang belum mendesak dapat ditunda atau dilaksanakan secara tahun jamak agar ruang fiskal tetap terjaga.

Said menekankan bahwa langkah tersebut penting untuk memastikan defisit tetap berada dalam kisaran aman sekitar 2,68 persen hingga maksimal 2,8–2,85 persen dari PDB.

“Kalau Indonesia rumah kita bersama, kita jagain betul sedemikian rupa agar defisit kita sesuai dengan asumsi makro di 2,68 atau setidaknya paling top di 2,8 sampai 2,85,” katanya.

Ia menambahkan bahwa menjaga defisit di bawah 3 persen bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga sinyal penting bagi pasar dan investor bahwa fondasi fiskal Indonesia tetap sehat dan berkelanjutan.

“Kita harus menjaga undang-undang tersebut sebagai sinyal bagi pasar dan investor bahwa fondasi fiskal kami sehat, stabil, berkelanjutan, dan kami jaga betul,” ujar Said.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya