Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Minyak Tembus 100 Dolar AS

JUMAT, 13 MARET 2026 | 09:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak tajam dan ditutup pada level tertinggi dalam hampir empat tahun setelah pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup.

Dikutip dari Reuters, Jumat 13 Maret 2026, pada penutupan Kamis harga minyak mentah Brent berada di level 100,46 Dolar AS per barel, naik 8,48 Dolar AS atau 9,2 persen setelah sempat menyentuh 101,60 Dolar AS selama perdagangan. Sementara minyak mentah Amerika, West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak 9,7 persen menjadi 95,70 Dolar AS per barel. Kedua kontrak tersebut merupakan penutupan tertinggi sejak Agustus 2022.

Analis menilai pasar minyak saat ini berada dalam kondisi sangat tidak stabil karena terganggunya jalur pasokan utama dunia. Wakil Presiden sekaligus Kepala Riset Minyak Global S&P Global Energy, Jim Burkhard, mengatakan situasi ini kemungkinan tidak akan cepat membaik.


“Pasar sangat tidak seimbang dan kondisi ini akan terus berlanjut sampai Selat Hormuz dibuka kembali dan operasi produksi serta distribusi kembali normal. Itu tidak akan terjadi dengan cepat,” ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah kapal Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak menggunakan kapal bermuatan bahan peledak. Seorang pejabat keamanan Irak mengatakan serangan tersebut memaksa pelabuhan minyak negara itu menghentikan seluruh operasinya. 

Sementara itu Oman juga memindahkan seluruh kapal dari terminal ekspor minyak utamanya di Mina Al Fahal sebagai langkah pencegahan.

Di sisi lain, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan Angkatan Laut Amerika saat ini belum dapat mengawal kapal dagang melewati Selat Hormuz, meskipun kemungkinan operasi pengawalan bisa dimulai pada akhir bulan. Meski demikian, ia menilai harga minyak global kemungkinan tidak akan melonjak hingga 200 Dolar AS per barel, meskipun serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial terus berlanjut.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah telah menyebabkan gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah pasar global. Lembaga itu telah menyetujui pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis, namun sejumlah analis meragukan seluruh volume tersebut benar-benar akan dilepas ke pasar. Bahkan jika direalisasikan, jumlah itu diperkirakan hanya cukup menutup sekitar 25 hari gangguan pasokan saat ini.

IEA juga mencatat negara-negara Teluk di Timur Tengah telah memangkas produksi minyak sedikitnya 10 juta barel per hari, setara hampir 10 persen dari permintaan minyak dunia. Selain itu, sejumlah kilang di kawasan tersebut juga menghentikan kapasitas pengolahan hingga 2,35 juta barel per hari.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya