Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bursa Eropa Merah Lagi Dipukul Lonjakan Harga Minyak

JUMAT, 13 MARET 2026 | 07:11 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa kembali memerah pada perdagangan Kamis 12 Maret 2025 waktu setempat seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi. 

Konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah menjadi beban utama bagi prospek ekonomi kawasan yang sedang melambat.

Dikutip dari Reuters, STOXX 600 turun 0,61 persen ke level 598,86.  Bursa regional utama juga berguguran. Indeks DAX Jerman melemah 0,21 persen atau 50,38 poin jadi 23.589,65, FTSE 100 menyusut 0,47 persen atau 48,62 poin ke posisi 10.305,15 dan CAC Prancis berkurang 0,71 persen atau 57,37 poin menjadi 7.984,44.


Harga minyak sempat menembus 100 Dolar AS per barel akibat ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan serangan kapal tanker di Irak. Sebagai importir energi bersih, manufaktur Eropa sangat rentan terhadap biaya produksi yang melambung.

Pasar kini bertaruh Bank Sentral Eropa (ECB) akan menaikkan suku bunga pada Juli dan Desember mendatang. Ini merupakan pembalikan drastis dari ekspektasi pemangkasan bunga sebelum konflik terjadi.

Sektor perbankan terpukul, anjlok hingga 3,5 persen, memimpin pelemahan karena meningkatnya risiko resesi yang mengancam kualitas kredit dan aktivitas pinjaman.

Meski indeks melemah, beberapa emiten mencatat pertumbuhan signifikan berkat kinerja fundamental yang solid.

Sektor energi dan utilitas menguat, masing-masing 1,4 dan 1,8 persen karena terdongkrak harga komoditas.

Sektor pertahanan menguat didukung oleh saham Leonardo (Italia) yang naik 5,7 persen ke rekor tertinggi akibat lonjakan pesanan global.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya