Berita

Jusuf Kalla menerima kunjungan pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) yang dipimpin ketua umumnya, Al Busyra Basnur, di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan. (Foto: Istimewa)

Politik

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

JUMAT, 13 MARET 2026 | 04:19 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memberikan dampak luas terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wapres ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla kepada wartawan usai menerima pengurus Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di kawasan Jakarta Selatan, Kamis malam, 12 Maret 2026.

Menurut JK, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya berdampak pada berbagai negara. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga negara-negara lain di Asia, Eropa, hingga Amerika.


“Jadi bukan hanya Indonesia, di Asia seperti China, Filipina, Malaysia, Singapura, India, di Eropa dan Amerika juga terkena dampaknya,” ujar JK.

Ia menjelaskan, salah satu dampak langsung yang terlihat adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) global. Harga minyak dunia sempat mendekati 100 dolar per barel sebelum kembali turun sedikit dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga minyak tersebut, lanjut JK, berpotensi menambah beban subsidi energi dan meningkatkan biaya logistik di Indonesia. Kondisi ini dinilai dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa.

“Logistik pasti akan terjadi masalah, tapi yang jelas harganya pasti naik. Itu efeknya,” kata JK.

Lebih lanjut, JK menilai situasi tersebut juga dapat memengaruhi stabilitas ekonomi secara keseluruhan, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta pergerakan pasar saham.

Ia menegaskan, dampak konflik geopolitik tersebut merupakan fenomena global yang dirasakan hampir seluruh negara, meskipun masing-masing negara bisa menghadapi tingkat tekanan ekonomi yang berbeda.

“Ini terjadi bukan hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia efeknya,” pungkas JK.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya