Berita

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono. (Foto: Dok. KSP)

Politik

KSP Bocorkan Poin Penting Taklimat Presiden Prabowo

KAMIS, 12 MARET 2026 | 17:30 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Prabowo Subianto berencana menyampaikan taklimat kepada masyarakat Indonesia dalam waktu dekat. Taklimat tersebut dimaksudkan untuk memberikan penjelasan langsung kepada publik terkait berbagai isu strategis, mulai dari energi, pangan, hingga dinamika geopolitik global.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Timothy Ivan Triyono mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan, termasuk terkait format penyampaiannya.

“Tentu rencana beliau memberikan pernyataan kepada masyarakat ini masih didiskusikan formatnya seperti apa, lalu template-nya seperti apa, masih dalam diskusi,” kata Ivan dikutip dari siaran Garuda TV, Kamis, 12 Maret 2026.


Ivan menjelaskan istilah taklimat lazim digunakan dalam dunia militer yang berarti penyampaian arahan atau pandangan umum. Dalam konteks ini, presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan ingin menyampaikan pandangannya mengenai situasi nasional maupun global kepada masyarakat.

Menurut Ivan, salah satu perhatian presiden adalah maraknya disinformasi di media massa dan media sosial. Banyak potongan pernyataan Presiden atau pejabat negara yang dipelintir menjadi klip berita palsu sehingga menyesatkan publik.

Melalui taklimat tersebut, presiden juga akan menjelaskan sejumlah isu aktual, antara lain terkait Board of Peace (BoP), perjanjian dagang Indonesia dengan Amerika Serikat, capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga situasi energi di tengah konflik di Timur Tengah.

“Tentu poin-poin itulah yang akan disampaikan Bapak Presiden,” ujar Ivan.

Ia menambahkan, format taklimat masih disiapkan tim presiden. Penyampaiannya dapat berupa monolog presiden, dialog dengan pemimpin redaksi media, diskusi bersama podcaster, hingga melibatkan influencer.

Ivan menegaskan taklimat tersebut juga menjadi upaya presiden menjawab berbagai kritik sekaligus menangkal DFK atau disinformasi, fitnah, dan kebencian yang beredar di ruang publik.

Ia mencontohkan sejumlah meme dan potongan video yang menyebut cadangan energi Indonesia hanya cukup untuk 20 hari sehingga masyarakat akan “naik unta”.

“Ini semua sesuatu yang sangat menyesatkan,” tegas Ivan.

Menurutnya, pemerintah saat ini berada pada jalur yang tepat untuk mencapai swasembada solar pada 2026. Selain itu, cadangan energi nasional dinilai cukup, sementara kondisi pangan juga aman.

Indonesia saat ini bahkan mengalami surplus beras sekitar 17 juta ton. Selain beras, komoditas seperti jagung dan cabai rawit juga disebut telah mencapai swasembada.

Taklimat tersebut juga dimaksudkan untuk menenangkan masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik di Timur Tengah.

“Presiden ingin masyarakat fokus merayakan Idulfitri dengan khidmat dan rasa kekeluargaan,” kata Ivan.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya