Berita

Pimpinan OJK Terpilih 2026-2031 di Gedung DPR, Kamis, 12 Maret 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Ini 8 Program Prioritas Pimpinan Baru OJK

KAMIS, 12 MARET 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan sejumlah langkah prioritas untuk segera dijalankan setelah resmi dilantik.

Fokus utamanya mencakup penguatan stabilitas sistem keuangan, reformasi integritas pasar modal, hingga pengembangan inovasi sektor keuangan digital guna menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah tersebut menjadi agenda awal kepemimpinan baru OJK periode 2026–2031 setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan jajaran Dewan Komisioner dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. 


Friderica Widyasari Dewi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, didampingi Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua. Selain itu, Hasan Fawzi menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon; Dicky Kartikoyono sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen; serta Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Kripto.

Friderica menyatakan timnya telah menyiapkan delapan aksi prioritas yang akan menjadi fokus kerja awal OJK, salah satunya reformasi integritas pasar modal yang dinilai mendesak di tengah dinamika pasar beberapa waktu terakhir.

“Reformasi integritas di pasar modal merupakan salah satu prioritas utama kita pada saat ini ketika nanti kita menjabat, dan sebetulnya sudah kita lakukan dalam kemarin kami menjadi pejabat sementara,” ujar Friderica dalam konferensi pers di Gedung DPR.

Ia menjelaskan penguatan sektor pasar modal akan dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain peningkatan likuiditas pasar, penguatan integritas data dan investor, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran di pasar modal.

Menurut Friderica, OJK juga telah membentuk task force khusus untuk mempercepat reformasi dan transformasi pasar modal bersama berbagai pemangku kepentingan.

“Kita juga melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal, dan akan ada lagi penegakan hukum sesuai dengan ketentuan,” kata dia.

Selain pembenahan pasar modal, pimpinan baru OJK juga menempatkan stabilitas sistem keuangan sebagai prioritas utama, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi sektor keuangan domestik.

Friderica mengatakan OJK akan terus melakukan penilaian terhadap ketahanan sektor jasa keuangan, termasuk kondisi permodalan lembaga keuangan dan dampak tekanan eksternal terhadap sistem keuangan nasional.

Prioritas berikutnya adalah memulihkan kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan, khususnya setelah berbagai dinamika yang terjadi di pasar modal dalam beberapa waktu terakhir.

Selain itu, OJK juga menargetkan pendalaman pasar keuangan agar sektor jasa keuangan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembiayaan pembangunan nasional dan program prioritas pemerintah.

Di sisi lain, pengembangan inovasi sektor keuangan berbasis teknologi juga akan didorong dengan tetap menjaga perlindungan konsumen serta tata kelola yang kuat.

Adi Budiarso menilai potensi inovasi keuangan digital di Indonesia sangat besar mengingat tingginya jumlah penduduk produktif yang terhubung dengan internet.

“Potensi pengembangan inovasi di Indonesia luar biasa besar. Ada sekitar 211 juta penduduk produktif di Indonesia, semuanya punya koneksi internet,” katanya.

Sementara itu, penguatan literasi dan perlindungan konsumen juga menjadi fokus utama OJK, seiring pesatnya digitalisasi layanan keuangan yang menuntut pemahaman masyarakat yang lebih baik terhadap produk jasa keuangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pimpinan baru OJK berharap sektor jasa keuangan dapat semakin stabil, kredibel, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dalam lima tahun ke depan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya