Berita

Ilustrasi modifikasi cuaca. (Foto: Dokumentasi INews)

Politik

DPR Usul Modifikasi Cuaca Hadapi Potensi Banjir Rob di Momen Lebaran

RABU, 11 MARET 2026 | 18:11 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Potensi banjir rob dan cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi menjelang arus mudik Lebaran 2026 menuai kemungkinan modifikasi cuaca di sejumlah wilayah rawan.

Dalam hal itu, pemerintah diminta memastikan pemantauan cuaca dilakukan secara real-time selama periode mudik, khususnya di wilayah dengan mobilitas pemudik tinggi.

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan pemantauan cuaca harus difokuskan di sejumlah titik padat, termasuk jalur penyeberangan utama yang menjadi penghubung antarpulau.


“Dari BMKG itu sudah diminta juga, untuk memantau secara real-time perkembangan cuaca di seluruh Indonesia, terutama daerah-daerah padat, terutama Pulau Jawa, kemudian Merak-Bakauheni, kemudian Ketapang-Gilimanuk, ini cuma kita minta pantau secara khusus,” ujar Lasarus di Gedung DPR, Rabu, 11 Maret 2026. 

Selain pemantauan, DPR juga meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan langkah mitigasi jika potensi hujan ekstrem meningkat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah modifikasi cuaca di wilayah rawan longsor maupun jalur transportasi padat.

Lasarus mengatakan langkah tersebut bertujuan meminimalkan risiko gangguan perjalanan saat puncak arus mudik maupun arus balik.

“Kemudian di wilayah-wilayah yang rawan longsor, kita pesan kepada Kepala BMKG untuk dilakukan modifikasi cuaca. Kalau bisa, di wilayah-wilayah tersebut dilakukan modifikasi cuaca, sehingga tidak terjadi hujan ekstrem pada saat mudik dan balik,” jelasnya.

Menurutnya, antisipasi ini penting karena cuaca ekstrem dapat berdampak langsung pada operasional transportasi, terutama di pelabuhan penyeberangan dan jalur darat yang dilalui jutaan pemudik setiap tahun.

Karena itu, DPR meminta koordinasi antarinstansi diperkuat agar langkah mitigasi, termasuk modifikasi cuaca, dapat dilakukan secara cepat jika kondisi cuaca berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya