Berita

Ketua Komisi V DPR Lasarus. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Cegah Delay, DPR Usul Maskapai Tidak Terbangkan Armada Bersamaan saat Arus Mudik

RABU, 11 MARET 2026 | 17:51 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Komisi V DPR bakal berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan saat arus mudik Lebaran 2026. 

Koordinasi itu, utamanya pada maskapai Lion Air yang memiliki jumlah armada dan pangsa pasar penerbangan domestik terbesar di Indonesia.

Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan, keterlambatan penerbangan dapat dipicu berbagai faktor, termasuk padatnya jadwal penerbangan yang saling berkaitan dalam satu hari operasi pesawat.


Ia menilai salah satu solusi untuk mengurangi potensi delay adalah dengan menyediakan pesawat cadangan, sehingga maskapai tidak mengoperasikan seluruh armada secara bersamaan.

“Seluruh maskapai tidak boleh menerbangkan seluruh unit yang dia punya. Itu salah satu jalan keluarnya. Manakala terjadi delay agak lama, maka pesawat cadangan ini masuk,” kata Lasarus di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu 11 Maret 2026. 

Namun, menurut dia, skema tersebut tidak mudah diterapkan oleh semua maskapai karena keterbatasan jumlah armada. 

Oleh karena itu, DPR berencana membicarakan hal tersebut secara khusus dengan Lion Air Group yang memiliki jumlah pesawat paling banyak di Indonesia.

“Tapi dengan kondisi sekarang, menurut saya, yang bisa melakukan itu hanya Lion Air Group. Dia yang punya unit banyak. Kita bicara nanti sama Lion yang punya pangsa pasar 60 persen,” ujarnya.

Selain isu keterlambatan penerbangan, mahalnya harga tiket pesawat domestik juga disorot karena hingga kini persoalannya belum terselesaikan.

Lasarus mengatakan salah satu penyebab tingginya harga tiket adalah masih adanya berbagai komponen biaya dan pajak yang dibebankan pada industri penerbangan.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya memiliki ruang untuk menurunkan harga tiket jika bersedia mengurangi sejumlah pungutan tersebut. Namun hingga saat ini DPR belum melihat langkah konkret dari pemerintah.

Pembahasan terkait harga tiket pesawat rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam rapat bersama antara Komisi V DPR, Komisi XI DPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Keuangan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya