Berita

Kepala BPKD Kota Tangerang, Agus Andriansjah. (Foto: Istimewa)

Politik

33 Tahun Kota Tangerang

BPKD Komitmen Transparan dan Akuntabel Kelola Keuangan Daerah

RABU, 11 MARET 2026 | 16:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Memasuki usia ke-33 tahun pada 28 Februari 2026, Kota Tangerang terus meneguhkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. 

Peran strategis tersebut dijalankan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) sebagai motor penggerak pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat merupakan fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor.


“Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci. Karena itu, peran BPKD sangat strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujar Sachrudin dalam keterangan tertulis, Rabu 11 Maret 2026.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari sistem pengelolaan keuangan yang tertib, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong digitalisasi sistem keuangan guna mempercepat layanan serta meminimalkan potensi kesalahan administrasi.

Sementara itu, Kepala BPKD Kota Tangerang, Agus Andriansjah, menyampaikan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan berbasis kinerja dan teknologi informasi. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban APBD.

“Momentum HUT ke-33 Kota Tangerang menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan aset daerah menjadi salah satu fokus utama BPKD. Penataan administrasi, pengamanan, sertifikasi, hingga optimalisasi pemanfaatan aset terus dilakukan guna meningkatkan nilai aset serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pengelolaan aset yang tertib dan optimal tidak hanya memperkuat neraca keuangan daerah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan aset untuk mendukung pelayanan publik dan investasi daerah,” demikian Agus.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya