Berita

Pedagang di pasar tradisional. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Isu Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Kekhawatiran Lonjakan Harga Pangan

RABU, 11 MARET 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di tengah periode Ramadan 2026 berpotensi besar memicu lonjakan biaya logistik yang akan semakin membebani harga pangan di pasar.

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, kenaikan harga BBM non-subsidi akan menjadi tekanan baru yang dapat memperparah kondisi ekonomi rumah tangga jika tidak segera dimitigasi oleh pemerintah.

“Kami meminta Kementerian ESDM segera melakukan evaluasi mendalam terhadap dampak kenaikan harga BBM non-subsidi ini, khususnya pada sektor logistik dan distribusi pangan. Jangan sampai kenaikan ini menjadi beban tambahan bagi rakyat yang saat ini sedang menghadapi tingginya harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan,” ujar Syafruddin di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.


Legislator PKB ini menekankan sektor distribusi pangan sangat sensitif terhadap perubahan harga energi. Kenaikan biaya transportasi dipastikan akan langsung ditransmisikan ke harga jual di tingkat konsumen, yang pada akhirnya dapat mendorong tekanan inflasi yang lebih luas.

“Pemerintah harus menyiapkan langkah mitigasi yang konkret. Jika biaya distribusi membengkak, maka harga pangan akan semakin mahal dan sulit dijangkau. Kementerian ESDM bersama pemangku kepentingan terkait harus memastikan bahwa kebijakan energi tidak justru menjadi pemicu inflasi yang tidak terkendali,” tegasnya.

Syafruddin meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan energi di jalur-jalur distribusi pangan tetap aman dan terjangkau. Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas kementerian guna memberikan insentif atau kebijakan khusus bagi armada pengangkut logistik pangan untuk menjaga stabilitas harga.

“Kenaikan harga BBM di saat konsumsi masyarakat meningkat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri adalah isu sensitif. Negara harus hadir untuk menjamin agar rantai distribusi tetap berjalan efisien tanpa harus mengorbankan daya beli masyarakat,” tambahnya.

Komisi XII DPR RI, lanjut Syafrudin, akan terus memantau pergerakan harga energi dan dampaknya terhadap sektor riil. Ia berharap Kementerian ESDM dapat segera memaparkan langkah mitigasi risiko inflasi dalam rapat kerja mendatang guna memberikan kepastian bagi masyarakat.

“Mitigasi harus dilakukan sejak dini sebelum dampak inflasinya meluas ke berbagai sektor lainnya. Keamanan energi dan keterjangkauan harga pangan adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya