Suasana Rapat Komisi VI DPR Bersama Agrinas Pangan Nusantara, Rabu, 11 Maret 2026. (Foto: TVR Parlemen)
Sejumlah anggota Komisi VI DPR menanggung kecewa, karena Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara tidak menghadiri rapat di Senayan, Jakarta.
Rapat tersebut sejatinya akan membahas perkembangan pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ketidakhadiran pimpinan perusahaan tersebut dipersoalkan karena rapat dinilai membahas isu strategis terkait implementasi program pemerintah yang membutuhkan penjelasan langsung dari manajemen tertinggi Agrinas.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Nurdin Halid mempertanyakan absennya direktur utama perusahaan sejak awal rapat berlangsung.
“Ini perlu kita pertanyakan dulu, ini rapat ini penting ini. Kenapa dirut Agrinas tidak hadir?” ujarnya dalam forum rapat, Rabu 11 Maret 2026.
Perwakilan PT Agrinas Pangan Nusantara kemudian menjelaskan bahwa direktur utama tidak dapat hadir karena sedang sakit.
Mereka menyampaikan kondisi kesehatan pimpinan perusahaan menurun sejak malam sebelumnya.
“Mohon izin bapak anggota Dewan Komisi VI yang terhormat, untuk bapak Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara saat ini dalam kondisi sakit. Semalam sebenarnya saat kami rapat sudah berjaket dan sudah berkeringat dingin dan setelah kembali demam tinggi,” kata perwakilan Agrinas.
Meski demikian, sejumlah anggota DPR menilai ketidakhadiran tersebut tetap menyulitkan pembahasan sejumlah persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron mengatakan dirinya datang ke rapat tersebut untuk membahas perkembangan pembangunan gerai KDMP yang menjadi program prioritas pemerintah.
Ia menegaskan DPR mendukung penuh program tersebut karena merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, dukungan itu harus diiringi dengan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program di lapangan.
“Saya mendapatkan undangan dan hadir di sini berdasarkan tema membahas progress untuk pembangunan gerai KDMP dan saya beberapa kali tentu mendapatkan informasi via media yang tentu hari ini sebetulnya banyak sekali aspirasi yang ingin saya sampaikan,” kata Herman.
Menurutnya, terdapat berbagai persoalan yang perlu dijelaskan langsung oleh pimpinan Agrinas, mulai dari sumber anggaran pembangunan gerai KDMP hingga mekanisme penggunaan dana di lapangan. DPR juga menerima laporan dari sejumlah kepala desa yang mengaku tidak mengetahui detail pembangunan fasilitas tersebut.
Herman menilai kehadiran direktur utama seharusnya menjadi bentuk penghormatan terhadap forum DPR sekaligus kesempatan untuk menjelaskan berbagai isu yang berkembang terkait program tersebut.
Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, baik bagi pemerintah maupun DPR yang menjalankan fungsi pengawasan.