Berita

Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Marak OTT Kepala Daerah, Kemendagri Harus Bertindak

RABU, 11 MARET 2026 | 12:01 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah dinilai sebagai kondisi darurat yang harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menyebut fenomena tersebut sebagai sebuah bencana dalam tata kelola pemerintahan daerah yang membutuhkan tanggung jawab bersama untuk segera dibenahi.

“Ini bencana dan semua harus bertanggung jawab, kondisinya sudah darurat,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Rabu, 11 Maret 2026.


Di sisi lain, ia tetap memberikan apresiasi kepada lembaga antirasuah yang bermarks di Kuningan Jakarta Selatan itu yang dinilainya konsisten dan tekun dalam menegakkan hukum terhadap praktik korupsi di daerah.

“Apresiasi kepada KPK yang tekun menegakkan aturan,” tambahnya.

Mardani menilai praktik korupsi di tingkat kepala daerah selama ini kerap terjadi pada dua titik rawan, yakni dalam proses kontrak kerja pengadaan serta promosi jabatan di lingkungan birokrasi daerah.

Menurutnya, dua sektor tersebut harus segera dibenahi dengan sistem yang lebih terbuka dan transparan agar potensi penyalahgunaan kewenangan bisa ditekan.

“Keduanya mesti dibuat transparan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap fenomena OTT yang terus berulang. Mardani menilai Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu melakukan kajian mendalam untuk mencari akar persoalan serta memperkuat sistem pencegahan korupsi di pemerintahan daerah.

“Komisi II bersama Kemendagri mesti mengevaluasi mendalam operasi tangkap tangan ini,” pungkasnya. 

Teranyar, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari dan empat orang lainnya resmi dijebloskan ke Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Bengkulu.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Antam dan Pegadaian Ikut Uji Keaslian 55 Keping Platinum OTT Bupati Langkat

Minggu, 12 Juli 2026 | 20:16

Proses Hukum Febrie Adriansyah Wujud Ketegasan Pemerintahan Prabowo

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:54

Prabowo: Kopdes Merah Putih Akan Ciptakan Perputaran Uang Rp223 Triliun di Desa

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:43

Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:33

Kopdes Merah Putih Siapkan Kredit Super Mikro, Bunga 8 Persen

Minggu, 12 Juli 2026 | 19:03

Taruna Akmil Pahami Pemikiran Sun Tzu dan Doktrin Pertahanan Negara

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:55

Prabowo Kritik Neoliberalisme, Dorong Kembali Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:51

Kemensos Evakuasi Bocah Sukabumi yang Suka Cium Tangki Motor Warga

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:34

Prabowo Tetapkan Barang Subsidi Wajib Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:17

Karhutla Mengamuk di Jawa dan Kalimantan, 1 Warga Pingsan

Minggu, 12 Juli 2026 | 18:03

Selengkapnya