Berita

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Selasa 10 Maret 2026 (Foto: Kemenag)

Nusantara

Pesan Menag di Istana: Merawat Negeri dengan Nilai Al Quran

RABU, 11 MARET 2026 | 10:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar seremonial, melainkan sumber inspirasi vital untuk merawat kerukunan nasional. 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan di Istana Negara, Selasa 10 Maret 2026. 

Ia juga menekankan pentingnya peringatan Nuzulul Quran sebagai motor penggerak bagi masyarakat Indonesia untuk terus memupuk persatuan dan menciptakan harmoni dalam kehidupan berbangsa. 


Menurutnya Al Quran bukan sekadar teks bacaan, melainkan kompas kehidupan dan rahmat bagi umat manusia. Ia mendorong agar nilai-nilai luhur di dalamnya diimplementasikan secara nyata dalam ruang publik serta menjadi fondasi dalam bernegara.

"Dengan semangat itulah kita berharap peringatan Nuzulul Quran harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa ini untuk menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa kemanfaatan," ujar Menag. 

Mengamalkan ajaran Al Quran dalam proses pembangunan nasional akan melahirkan kepemimpinan yang kokoh demi kemaslahatan bersama. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan spiritual bagi para pemimpin, karena stabilitas kepemimpinan berdampak langsung pada rakyat.

"Jika aku tunjukkan (doa) untuk diriku sendiri maka manfaatnya hanya kembali kepada aku. Tetapi jika aku tunjukkan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan bagi mereka," tutur Menag.

Di akhir sambutannya, Menag mengajak seluruh lapisan warga untuk menggunakan Al Qur'an sebagai basis pembangunan peradaban yang adil dan harmonis meski di tengah perbedaan yang ada.

"Semoga peringatan Nuzulul Quran ini semakin memperkuat komitmen kita untuk menjadikan nilai-nilai Al Quran sebagai pedoman di dalam pembangunan bangsa yang damai dan bermanfaat," pungkasnya.

Sebagai bentuk aksi nyata dari nilai kepedulian sosial, Kementerian Agama juga mengundang 30 anak yatim dari panti asuhan untuk menerima santunan. 

Acara ini turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Agama Romo Syafii serta Jajaran Pimpinan Kementerian dan Lembaga Kabinet Merah Putih.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keakraban Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 14:21

Hasto Soroti Fiskal hingga Demokrasi Tanggapi Rencana Jokowi Keliling Indonesia

Senin, 01 Juni 2026 | 14:19

Patroli Jalan Kaki Berujung Penangkapan Anggota KKB Intan Jaya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:43

PDIP: Kehadiran Megawati di Istana Tak Terkait Oposisi atau Koalisi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:38

Prabowo Dorong Transformasi Nasional Menuju Ekonomi Pancasila

Senin, 01 Juni 2026 | 13:37

Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:31

Kenapa 1 Juni Ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini Sejarah dan Alasannya

Senin, 01 Juni 2026 | 13:30

Kontroversi LCC Empat Pilar MPR Berlanjut ke Pengadilan, Sidang Dimulai Besok

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Kembalikan Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Senin, 01 Juni 2026 | 13:24

Lenteng Agung Arah Depok Ditutup hingga Selasa Pagi

Senin, 01 Juni 2026 | 13:21

Selengkapnya