Berita

Loyalis Jokowi, Andi Azwan. (Foto: Istimewa)

Publika

Relawan Tak Sabaran Penjarakan Pengganggu Jokowi

RABU, 11 MARET 2026 | 04:12 WIB

KALAU benar ijazah doktoral Rismon Hasiholan Sianipar di Yamaguchi, Jepang, palsu, maka ini plot twist yang tragis dari cerita ijazah Jokowi di ujung. 

Tak hanya tragis, tapi juga lucu banget. Rismon yang menunduh ijazah Jokowi palsu, ternyata ijazahnya sendiri palsu. Ini malunya pangkat 5, bukan lagi pangkat 2.

Bayangkan, yang memakai jasa Rismon sebagai saksi ahli pada dua kasus yang mendapat perhatian luas se-Indonesia, yakni kasus Jessica Wongso dan Vina Cirebon, adalah Otto Hasibuan, yang kantor pengacaranya dari dulu hingga kini, menjadi kuasa hukum Jokowi dalam kasus dugaan ijazah palsu ini.


Orang yang menuduh ijazahnya palsu, ternyata orang itu ijazahnya juga palsu. Ijazah itu sudah dipergunakan untuk jadi Wali Kota, Gubernur, dan Presiden. 

Dan ijazah palsu penuduh sudah pula dipergunakan untuk jadi dosen dan saksi ahli. Dipakai pula oleh pengacara yang membela ijazah palsu itu. Ini plot twist drama Korea, yang sungguh tak ada bandingnya.

Tapi, kalau tuduhan Andi Azwan bahwa ijazah doktoral Rismon palsu tidak terbukti, maka entah apa lagi yang layak diberikan kepada Andi Azwan sebagai loyalis Jokowi? 

Kalau dipenjara, sudah jelas tidak bisa. Sebab, Silfester Matutina yang sudah inkrah saja, tak bisa dipenjara, apalagi Andi Azwan?

Rismon sudah mengatakan di samping pengacaranya, Refly Harun, akan melaporkan balik Andi Azwan atas tuduhannya, kalau terbukti ijazahnya asli. 

Sebab, pelapor yang dilaporkan balik itu tak boleh secara aturan. Harus ditunggu terlebih dulu laporan itu tak terbukti. 

Rismon bisa saja meniru langkah Arsul Sani, tapi mungkin karena ia berniat melaporkan balik, maka ia menunggu diperiksa terlebih dulu, baru melaporkan balik.

Tak aneh, relawan Jokowi memang kerap tidak sabaran memenjarakan orang yang mengkritik, apalagi mengganggu Jokowi. 

Andi Azwan bukanlah yang pertama. Bahkan, kecenderungan ini sudah terlihat selama dua periode Jokowi berkuasa. 

Padahal, status Rismon sudah menjadi tersangka dan diancam hukuman 12 tahun penjara. Mungkin Andi Azwan senang sekali, kalau status tersangka Rismon menjadi dobel.

Apakah benar anggapan Refly Harun bahwa pelaporan terhadap Rismon hanya untuk menakut-nakuti atau mengalihkan dugaan ijazah palsu Jokowi? Yang satu belum selesai, yang lain sudah dituntut. 

Mungkin salah Rismon juga. Kasus ijazah Jokowi belum selesai, kasus ijazah SMA Gibran sudah diusik. 

Tak tanggung-tanggung, sampai pula membuat buku, Gibran end Game, yang intinya, Gibran diklaim tak punya ijazah SMA.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya