Berita

Mayor Pnb Kustaman DP. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Suluh

Keelback 2.000 Jam Menjaga Langit Indonesia

SELASA, 10 MARET 2026 | 21:57 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

ADA satu angka yang terlihat biasa, yakni 2.000.Tetapi bagi seorang pilot tempur, angka itu tidak pernah biasa.

Itu bukan sekadar hitungan waktu. Itu adalah hitungan keberanian, disiplin, dan kesetiaan pada langit. Kamis, 27 November 2025 menjadi hari yang tidak akan mudah dilupakan oleh Mayor Pnb Kustaman DP. 

Di kokpit pesawat tempur T-50i, pilot TNI Angkatan Udara yang memiliki callsign “Keelback” itu menorehkan pencapaian yang tidak banyak orang bisa capai: 2000 jam terbang di pesawat T-50i. Angka itu bahkan bukan keseluruhan kariernya di udara.


Jika dijumlahkan dengan pesawat lain yang pernah ia terbangkan, total jam terbangnya sudah menyentuh 3200 jam. Ada 600 jam di KT-1B, 400 jam di Grob 120 TPA, 60 jam di T-34C, dan 40 jam di AS-202 Bravo.

Bagi orang awam, jam terbang mungkin hanya statistik. Bagi pilot tempur, setiap jam adalah cerita.

Ada latihan yang keras. Ada turbulensi yang tak terduga. Ada keputusan dalam sepersekian detik yang tidak boleh salah.

Karena itu, pencapaian 2000 jam di T-50i bukan hanya soal ketahanan terbang. Ia adalah simbol profesionalisme dan safe flight. Tidak banyak pilot yang mampu mencapainya.

Saat ini, Mayor Kustaman adalah orang kelima di Indonesia yang mencapai 2000 jam terbang di pesawat tempur T-50i. Perjalanan menuju titik itu tidak instan.

Seorang pilot tempur tidak langsung duduk di kokpit pesawat tempur modern. Jalannya panjang. Dimulai dari transisi, lalu Element Leader Course untuk memimpin dua pesawat, kemudian Flight Leader Course yang memimpin empat pesawat dalam satu formasi. Setelah itu masih ada tahapan menjadi Instructor Pilot.

Bahkan sebelum itu, seorang pilot harus mengikuti Sekolah Instruktur Penerbang di Yogyakarta. Baru setelah lulus, ia boleh menjalani Instructor Pilot Course (IPC). Di sinilah seorang pilot tidak hanya belajar terbang. Ia belajar mengajarkan cara terbang.

Mayor Kustaman pernah berada di titik itu. Ia mengabdi di Wingdik 100 Terbang Lanud Adisutjipto, melatih generasi penerbang berikutnya dalam pendidikan dasar hingga lanjutan.

Langit tidak hanya ia jelajahi. Langit juga ia wariskan. Kini ia sedang menjalani pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) A-64 di Lembang. Tahapan berikutnya dari perjalanan seorang perwira udara.

Dari ruang kokpit hingga ruang strategi. Apa yang menarik dari kisah ini bukan hanya angka jam terbangnya. Tetapi pesan di baliknya.

Bahwa di tengah dunia yang berubah cepat, generasi muda perwira TNI AU tetap berdiri tegak di garis depan profesionalisme.

Mereka tidak banyak bicara. Mereka lebih banyak terbang. Dan di langit Indonesia, setiap jam terbang itu sebenarnya sedang menulis satu kalimat sederhana: Negeri ini dijaga.


*Penulis adalah Jurnalis Republik Merdeka Online dan Mahasiswa Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina


Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya