Berita

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. RMOL)

Politik

Ketum Bahlil: Tidak Elok Memisahkan Pesantren dan Negara

SELASA, 10 MARET 2026 | 14:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peranan pesantren sebagai pencetak calon pemimpin-pemimpin bangsa, dipastikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, menjadi perhatian yang tidak dilupakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil menyatakan, salah satu pesan itu disampaikannya saat Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah di Sukabumi, Jawa Barat.

“Sangat tidak elok kalau kita memisahkan antara pesantren dan negara, karena di dalam pesantren mendidik anak-anak kita tahu agama, tahu ilmu pengetahuan, teknologi, tapi juga nasionalisme. Dan ini ada pada pesantren,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.


Ia menambahkan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari lembaga pendidikan inilah lahir ulama, pemimpin masyarakat, dan tokoh-tokoh yang menjaga nilai moral bangsa.

Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini mengingatkan, pesantren sudah eksis jauh sebelum Indonesia merdeka. Pesantren telah berperan aktif dalam membangun karakter calon pemimpin bangsa sejak masa penjajahan.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil turut menyampaikan komitmen pemerintah untuk selalu hadir dan membantu dunia pesantren. Ia menyebut beberapa program yang menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah.

Contoh dukungan pemerintah yang disebutkan antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perjuangan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP yang diarahkan juga untuk para santri.

“Ini adalah bagian daripada ikhtiar pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, tidak hanya untuk sekolah umum tapi juga diarahkan agar santri-santri di pesantren ikut merasakan manfaatnya,” imbuh Bahlil.

Bahlil berkeyakinan penuh bahwa anak-anak pesantren memiliki kualitas yang tidak kalah, bahkan berpotensi lebih baik, dibandingkan siswa sekolah umum. Namun, ia menyebut bahwa selama ini LPDP belum pernah secara serius menyentuh atau memberikan perhatian khusus kepada kalangan santri. 

“Saya pikir ini harus kita lakukan, kita suarakan terus menerus supaya bisa diambil keputusan yang baik, toh mereka juga adalah anak bangsa,” tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya