Berita

Pemain Timnas Sepakbola wanita Iran (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Sky News Australia)

Dunia

Lima Pemain Timnas Wanita Iran Dapat Suaka di Australia

SELASA, 10 MARET 2026 | 09:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Australia memberikan visa suaka kepada lima pemain tim nasional sepak bola perempuan Iran yang sedang mengikuti Piala Asia Wanita 2026. 

Keputusan ini diambil karena para pemain tersebut dikhawatirkan menghadapi hukuman jika kembali ke Iran setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan negaranya sebelum pertandingan.

Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan pemerintah telah memberi tahu kelima pemain itu bahwa mereka dipersilakan tinggal di Australia dan dijamin keselamatannya. “Mereka dipersilakan tinggal di Australia. Mereka aman di sini dan seharusnya merasa seperti di rumah,” kata Burke dalam konferensi pers pada Senin, dikutip dari Al-Jazeera, Selasa 10 Maret 2026.


Lima pemain yang mendapat visa suaka tersebut adalah kapten tim Zahra Ghanbari, gelandang Fatemeh Pasandideh, Zahra Sarbali Alishah, Mona Hamoudi, serta bek Atefeh Ramezanizadeh. Sementara anggota tim Iran lainnya masih berada di sebuah hotel di kawasan Gold Coast selama mengikuti turnamen Piala Asia Wanita 2026.

Kontroversi bermula ketika para pemain Iran berdiri diam tanpa menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama melawan Korea Selatan. Tindakan itu menuai kritik keras dari seorang komentator televisi pemerintah Iran yang menyebutnya sebagai “puncak ketidak-hormatan”.

Situasi ini juga menarik perhatian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia mengaku telah berbicara dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengenai kondisi sensitif yang dihadapi tim tersebut, bahkan sebelumnya mendesak agar Australia memberikan suaka kepada para pemain.

Tim Iran sendiri akhirnya tersingkir dari turnamen setelah kalah dari Filipina pada laga terakhir fase grup. Di tengah ketegangan politik dan perang yang sedang berlangsung di Iran, sejumlah organisasi sepak bola internasional menyatakan kekhawatiran atas keselamatan para pemain yang dicap sebagai “pengkhianat di masa perang”.

Sejumlah organisasi pembela pencari suaka di Australia menyebut keputusan pemerintah sebagai langkah kemanusiaan yang penting. Mereka menilai kebijakan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap risiko serius yang dapat dihadapi para pemain jika dipaksa kembali ke Iran.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya