Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Iran Tak akan Negosiasi dengan AS-Israel Lewat Diplomasi

Tiga Kali Dikhianati
SELASA, 10 MARET 2026 | 05:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap Republik Islam Iran atas agresi militer Amerika Serikat (AS) bersama dengan Israel, pada Sabtu 28 Februari 2026, tidak akan diselesaikan lewat diplomasi.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan, pihaknya sudah berkali-kali mengambil jalur diplomasi untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, namun tidak diindahkan AS dan Israel.

"Ini merupakan ketiga kalinya Amerika Serikat mengkhianati diplomasi dan negosiasi dengan Republik Islam Iran," ujar Boroujerdi dalam keterangan tertulisnya, Senin 9 Maret 2026.


Boroujerdi mengurai, pertama kali AS berkhianat terlihat dari sikapnya di Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama, sebagai perjanjian nuklir antara Iran dan kelompok P5+1 (AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman). 

Perjanjian ini bertujuan membatasi program nuklir Iran guna mencegah senjata nuklir, dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi internasional. 

"(Ini pengkhianatan) pertama, penarikan sepihak Amerika Serikat pada masa pemerintahan Trump dari JCPOA pada tahun 2018," urainya.

Kemudian jalur diplomasi kedua, kata Boroujerdi, justru terjadi serangan terhadap Iran oleh AS pada Juni 2025, di tengah proses perundingan dengan Amerika Serikat sebelum putaran keenam perundingan. 

"Ketiga, serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 setelah putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat," sambungnya.

Karena itu, Boroujerdi memastikan jalur diplomasi yang dilalui Iran terbilang percuma, lantaran AS malah potensi terus mengingkari kesepakatan.

"Akibat pengkhianatan berulang Amerika Serikat dalam proses perundingan dengan Iran, tidak ada lagi kepercayaan dari pihak Iran untuk melanjutkan diplomasi dengan negara tersebut," katanya.

"Kami senantiasa berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, namun dalam membela kehormatan dan kedaulatan kami, kami tidak akan pernah ragu," demikian Boroujerdi sikap Iran hari ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya