Berita

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Pasar Tanah Abang, Senin, 9 Maret 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Purbaya Minta Investor Tidak Perlu Takut Meski IHSG Bergejolak

SENIN, 09 MARET 2026 | 15:26 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Gejolak di pasar saham yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026 dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi domestik.

Pemerintah menilai aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat masih berada dalam fase ekspansi sehingga investor diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan tentang kondisi ekonomi nasional.

Tekanan terhadap IHSG terjadi sejak awal perdagangan. Pada pembukaan sesi pagi, indeks sempat terperosok hingga minus 5,2 persen ke level 7.156. Memasuki penutupan sesi I, IHSG masih berada di zona merah dengan pelemahan 3,49 persen atau turun 264 poin ke level 7.321.


Sepanjang sesi tersebut, tekanan jual mendominasi pergerakan bursa. Sebanyak 717 saham tercatat melemah, sementara hanya 63 saham yang menguat dan 36 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,94 triliun dengan volume perdagangan 31,15 miliar saham dalam 1,61 juta kali transaksi.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa fluktuasi di pasar saham tidak otomatis menandakan ekonomi nasional sedang mengalami pelemahan. Ia menilai aktivitas ekonomi domestik justru masih menunjukkan tanda-tanda ekspansi.

“Jadi, yang investor di pasar saham enggak usah takut. Fondasi kita jaga betul,” kata Purbaya kepada wartawan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026. 

Menurutnya, sejumlah narasi yang menyebut ekonomi Indonesia tengah menuju resesi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia mencontohkan aktivitas perdagangan di pusat-pusat ekonomi rakyat yang masih ramai, yang menurutnya mencerminkan daya beli masyarakat masih bertahan.

Purbaya juga menegaskan pemerintah memiliki pengalaman menghadapi berbagai gejolak ekonomi global, mulai dari krisis keuangan global 2008 hingga pandemi 2020. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi ketika pasar mengalami tekanan.

“Teman-teman enggak usah takut. Kita sudah punya pengalaman dan pengaturan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi,” tegas dia.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau sejumlah faktor eksternal yang berpotensi mempengaruhi pasar, termasuk kenaikan harga minyak dunia yang sempat menyentuh level di atas 100 dolar AS per barel. Purbaya mengatakan pemerintah akan melihat perkembangan tersebut secara berkala sebelum mengambil kebijakan lanjutan.

“Yang jelas, kita monitor dari waktu ke waktu dan saya enggak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan,” jelasnya.

Sebagai konteks, tekanan terhadap IHSG dalam beberapa hari terakhir terjadi di tengah meningkatnya volatilitas pasar global. Dalam sepekan terakhir, indeks tercatat telah terkoreksi hampir 8 persen, menjadikannya pelemahan paling tajam yang bahkan melampaui gejolak saat MSCI Crash pada akhir Januari lalu.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut lebih merupakan dinamika pasar jangka pendek dan belum mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi domestik.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya