(Tengah) Dirjen Bimas Islam Kemenang Abu Rokhmad (Foto: Kemenag RI)
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) telah melaksanakan berbagai program dalam rangkaian Joyful Ramadan Mubarak guna menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak bagi umat.
Seiring dengan pelaksanaan program tersebut, sejumlah isu aktual juga berkembang di ruang publik dan menjadi perhatian masyarakat.
Salah satunya adalah Masjid Ramah Pemudik yang disiapkan Kemenag di sepanjang jalur mudik di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan masjid-masjid yang terlibat telah menyiapkan berbagai fasilitas dasar bagi pemudik yang mampir selama perjalanan.
“Masjid-masjid ini siap menyambut para pemudik yang mampir, dengan berbagai fasilitas seperti air, tempat parkir, tempat istirahat, serta layanan selama 24 jam,” ujar Abu Rokhmad kepada media di Jakarta, Senin 9 Maret 2026.
Selain itu, sejumlah masjid juga menyediakan takjil bagi pemudik yang melintas saat waktu berbuka puasa. Layanan ini disiapkan oleh pengurus masjid dan relawan yang bertugas di posko Masjid Ramah Pemudik.
Tak hanya fasilitas fisik, masjid juga diminta menyediakan informasi penting bagi pemudik, seperti lokasi tambal ban, bengkel, maupun layanan lain yang dibutuhkan selama perjalanan.
Menurut Abu Rokhmad, masjid juga dapat dimanfaatkan sebagai posko layanan terpadu bagi berbagai kementerian dan lembaga. Dengan demikian, instansi lain tidak perlu membangun posko baru karena layanan dapat dipusatkan di masjid yang sudah tersedia.
Untuk memperkuat pelayanan, Kemenag juga menggandeng berbagai pihak, termasuk kampus-kampus UIN, khususnya yang memiliki fakultas kedokteran dan kesehatan masyarakat. Mahasiswa, siswa madrasah, serta anggota pramuka juga akan dilibatkan sebagai relawan untuk membantu layanan di masjid.
“Pada Rabu, 11 Maret 2026, di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng akan dilakukan kick-off Program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia,” ujar Abu Rokhmad.
Secara nasional, terdapat 6.859 masjid yang telah menyatakan kesiapan menjadi Masjid Ramah Pemudik. Program ini dijalankan secara swadaya oleh pengurus masjid melalui kolaborasi dengan Kemenag dan berbagai elemen masyarakat.
Melalui layanan tersebut, masjid diharapkan dapat menjadi tempat singgah yang membantu pemudik beristirahat, mendapatkan informasi, serta memenuhi kebutuhan dasar selama perjalanan mudik.