Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Anjlok Tajam, Lonjakan Harga Minyak Picu Kepanikan Pasar

SENIN, 09 MARET 2026 | 08:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia berguncang hebat pada awal pekan ini setelah harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus 100 Dolar AS per barel. 

Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta keputusan sejumlah produsen minyak untuk memangkas produksi setelah penutupan Selat Hormuz.

Dikutip dari CNBC International, Senin 9 Maret 2026, indeks Nikkei 225 Jepang merosot sekitar 6,05 persen dan jatuh ke bawah level 53.000 untuk pertama kalinya sejak 6 Februari. Sementara itu indeks TOPIX juga melemah 5,27 persen pada perdagangan awal.


Tekanan jual juga terlihat pada saham-saham teknologi besar Jepang. Saham SoftBank Group anjlok hampir 10 persen, sementara produsen peralatan chip Advantest dan Lasertec masing-masing turun lebih dari 10 persen dan sekitar 9 persen.

Di Korea Selatan, indeks KOSPI jatuh sekitar 6,5 persen, memicu penghentian sementara perdagangan (circuit breaker) untuk kontrak berjangka Kospi 200. Langkah darurat itu diaktifkan setelah penurunan tajam kembali terjadi, menyusul pekan lalu ketika indeks tersebut sempat anjlok lebih dari 12 persen dalam sehari.

Saham raksasa teknologi Samsung Electronics merosot 8,4 persen, sedangkan produsen chip memori SK Hynix turun lebih dalam, yakni sekitar 9,2 persen.

Tekanan juga merembet ke Australia. Indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 3,68 persen pada perdagangan awal.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya