Berita

Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: Istimewa)

Politik

Siaga 1 Bukan Indikasi Indonesia Menuju Perang

SENIN, 09 MARET 2026 | 05:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang memerintahkan seluruh jajaran TNI untuk berada pada status Siaga 1 menandai meningkatnya kewaspadaan negara terhadap dinamika geopolitik global. 

Instruksi tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Pakar Politik dan Militer Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menilai langkah ini tidak dapat dilepaskan dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. 


"Walaupun Indonesia secara geografis jauh dari pusat konflik, dampak politik, keamanan, dan psikologis dari perang tersebut tetap berpotensi merembet ke berbagai kawasan, termasuk Asia Tenggara," kata Ginting dalam keterangannya kepada RMOL, Senin 9 Maret 2026.

Dalam konteks itulah, kata Ginting, keputusan Panglima TNI harus dibaca sebagai langkah kewaspadaan strategis, bukan indikasi bahwa Indonesia sedang menuju situasi perang.

Menurut Ginting, jika dicermati secara seksama, tujuh instruksi Panglima TNI lebih menekankan pada upaya menjaga stabilitas keamanan nasional. 

Perintah kepada para Panglima Komando Utama Operasi untuk menyiagakan personel dan alutsista serta melakukan patroli di berbagai objek vital strategis menunjukkan fokus pada pengamanan pusat-pusat aktivitas publik.

Bandara, pelabuhan, stasiun kereta, terminal bus, serta fasilitas energi seperti kantor PLN menjadi titik yang harus mendapatkan pengamanan ekstra. 

Infrastruktur-infrastruktur ini merupakan urat nadi kehidupan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Gangguan terhadap salah satu saja dari fasilitas tersebut dapat menimbulkan efek domino terhadap stabilitas nasional.

Dalam situasi geopolitik global yang memanas, objek vital strategis memang kerap menjadi sasaran kelompok-kelompok yang ingin menciptakan instabilitas. 

"Karena itu, peningkatan patroli dan kesiapsiagaan merupakan langkah preventif yang lazim dilakukan oleh militer di banyak negara," pungkas Ginting.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya