Berita

Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui sebagian besar minyak dan gas dunia, pada 1 Maret 2026. (Foto: AFP)

Dunia

Kronologi Ledakan Kapal Musaffah 2 dan Hilangnya Tiga ABK WNI

MINGGU, 08 MARET 2026 | 20:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kapal tug boat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan meledak dan tenggelam di sekitar Selat Hormuz pada 6 Maret 2026 dini hari. 

Insiden tersebut menyebabkan sejumlah awak kapal menjadi korban, termasuk tiga ABK warga negara Indonesia (WNI) yang hingga kini masih hilang.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi melaporkan ledakan kapal terjadi pada 6 Maret 2026 sekitar pukul 02.00 dini hari saat kapal kontainer Safeen Prestige mengalami kerusakan di perairan Oman dekat Selat Hormuz. 


Perusahaan kemudian menugaskan kapal Musaffah 2 untuk melakukan pemeriksaan serta upaya perbaikan terhadap kapal tersebut. Tug boat itu membawa tujuh awak kapal serta enam teknisi yang ikut dalam misi perbaikan. 

Setelah pemeriksaan awal dilakukan, kapal Safeen Prestige dinilai tidak dapat diperbaiki di lokasi karena tidak memiliki suplai listrik. Oleh karena itu diputuskan untuk melakukan penarikan atau towing ke lokasi yang lebih aman. 

Enam teknisi, termasuk seorang WNI berinisial AEN, kemudian berpindah ke kapal Safeen Prestige guna membantu persiapan penarikan tersebut.

Namun ketika proses persiapan hampir rampung, insiden ledakan yang tak terduga itu terjadi. 

“Sekitar pukul 02.00 dini hari pada 6 Maret 2026, saat proses persiapan penarikan hampir selesai, kapal Musaffah 2 dilaporkan mengalami ledakan yang menyebabkan kebakaran pada kapal, termasuk pada bagian anjungan,” jelas KBRI Abu Dhabi dalam sebuah pernyataan, Minggu, 8 Maret 2026.

Dalam insiden tersebut, satu WNI mengalami luka bakar dan dirawat di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. 

Sementara tiga ABK WNI lainnya bersama seorang warga asing hingga kini masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh otoritas setempat.

"Dalam insiden tersebut, beberapa awak kapal berhasil selamat, termasuk satu WNI (Sdr. YRJ), sementara tiga WNI lainnya (Sdr. MP, Sdr. SR, dan Sdr. AS) yang merupakan awak kapal Musaffah 2, hingga saat ini masih dinyatakan hilang. Selain itu, terdapat satu warga negara asing yang juga dilaporkan hilang" ungkap laporan tersebut. 

Selain 4 WNI tersebut, terdapat 1 WNI berinisial AEN yang bekerja sebagai teknisi, berada di lokasi insiden di kapal yang berbeda dan dalam keadaan selamat.

Saat ini KBRI Abu Dhabi bersama KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas setempat serta perusahaan terkait untuk memantau perkembangan pencarian korban dan memastikan perlindungan bagi WNI yang terdampak. 

"KBRI Abu Dhabi juga tengah memfasilitasi penanganan terhadap WNI yang menjadi korban selamat dan memastikan pemenuhan hak-hak dan perlindungan bagi WNI yang terdampak dalam insiden tersebut," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya