Berita

Peta Selat Hormuz. (Foto: RMOL)

Dunia

Ekonom: Penutupan Selat Hormuz Bisa Bikin APBN Defisit 4 Persen

MINGGU, 08 MARET 2026 | 19:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Penutupan Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak dunia, diprediksi akan membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) naik pada triwulan pertama tahun ini.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Hakam Naja menjelaskan, Selat Hormuz merupakan titik sempit (choke point) di Teluk Persia yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak.

"Ini akan meningkatkan tensi dan eskalasi serta dampak perang tidak hanya di Timur Tengah tapi juga di seluruh dunia, mengingat sekitar 20 persen suplai minyak dunia melewati Selat Hormuz," ujar dia dalam keterangannya, Minggu, 8 Maret 2026.


Menurutnya, Indonesia mesti waspada dengan harga minyak yang terus melonjak menjadi 92 Dolar AS per barel. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak tahun 2020.

"Padahal dalam asumsi makro APBN 2026 harga minyak pada kisaran 70 Dolar AS per barel," sambungnya.

Hakam memperkirakan, kenaikan 1 Dolar AS per barel minyak akan menaikkan defisit APBN hingga sebesar Rp6,8 triliun.

"Kenaikan harga minyak pada angka mendekati 100 Dolar AS per barel ini bisa mendongkrak defisit APBN terhadap PDB (produk domestik bruto) mendekati 4 persen," urainya.

"Ini melampaui angka 3 persen yang dipatok oleh UU 17/2003 tentang Keuangan Negara," tutup Hakam.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya