Berita

Ilustrasi Campak (Sumber: Freepik)

Kesehatan

3 Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sampai Salah

MINGGU, 08 MARET 2026 | 12:00 WIB | OLEH: TIFANI

Campak atau rubeola adalah penyakit infeksi akibat paramyxovirus pada saluran pernapasan. Penyakit ini tergolong sangat menular, terutama bagi anak-anak.

Penularannya dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, sehingga virus mudah menyebar di lingkungan sekitar. Setelah seseorang terpapar virus campak, gejala biasanya tidak langsung muncul. 

Masa inkubasi penyakit ini umumnya berlangsung sekitar 7 hingga 14 hari sebelum tanda-tanda awal mulai terlihat. Pada tahap awal, gejala campak sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, serta mata merah.


Gejala campak mirip dengan penyakit lain, sehingga banyak orang yang tidak menyadari tanda awal campak. Melansir laman Healthline, berikut gejala campak agar tak salah diagnosis.

1. Demam Tinggi dan 3C

Stadium pertama adalah fase prodromal atau fase awal. Pada tahap ini, penderita biasanya mengalami demam tinggi yang disertai tiga gejala khas yang dikenal dengan istilah 3C, yaitu coryza (pilek), cough (batuk), dan conjunctivitis (mata merah).

Selain itu, dapat muncul bintik putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spots. Bintik ini kerap menjadi penanda awal infeksi campak sebelum ruam mulai muncul pada kulit.

2. Ruam Menyebar Bertahap

Setelah fase prodromal, penderita memasuki stadium erupsi. Fase ini ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit yang menyebar secara bertahap.

Pola penyebaran ruam campak cukup khas. Ruam biasanya dimulai dari area sekitar garis rambut atau belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher, batang tubuh, hingga lengan dan tungkai. 

Pola penyebaran ini menjadi salah satu ciri yang membedakan campak dari penyakit ruam lain yang sering terjadi pada anak.

3. Menggelap dan Mengelupas

Tahap terakhir adalah fase konvalesens atau masa pemulihan. Pada fase ini, ruam tidak lagi berwarna merah terang, tetapi berubah menjadi lebih gelap, mengering, dan tampak bersisik sebelum akhirnya menghilang.

Seseorang yang terinfeksi campak umumnya baru dinyatakan tidak lagi menularkan virus setelah ruam benar-benar mengering dan mengelupas. Oleh karena itu, pemantauan kondisi penderita tetap diperlukan hingga proses pemulihan selesai.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya