Berita

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. (Foto: Humas Kementrans)

Bisnis

Investor Energi China Lirik Kawasan Transmigrasi Rempang

MINGGU, 08 MARET 2026 | 10:30 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian Transmigrasi membuka peluang kerja sama investasi sektor energi dengan perusahaan global China Energy Engineering Corporation (CEEC) yang berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di kawasan transmigrasi, termasuk salah satunya di Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang).

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi antara Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dengan Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Jin Bin, di Jakarta. 

Iftitah menegaskan bahwa investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


“Kami menyambut baik rencana investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Prinsip kami sederhana, investasi yang masuk harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Iftitah, dikutip Minggu, 8 Maret 2026.

Dia menjelaskan pemerintah saat ini sedang menata kawasan Rempang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi. Kawasan tersebut direncanakan dikembangkan menjadi kota industri modern dengan luas sekitar 8.000 hektare.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan tersebut, pemerintah juga tengah membangun berbagai infrastruktur pendukung, mulai dari dermaga nelayan, fasilitas cold storage, hingga , Kampus Patriot yang akan menjadi pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Kampus Patriot kami siapkan sebagai kampus jarak jauh dari perguruan tinggi mitra sekaligus pusat pelatihan tenaga kerja yang dapat mendukung kebutuhan industri yang masuk ke kawasan tersebut,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, CEEC menyampaikan minat untuk menjajaki investasi di sejumlah kawasan, termasuk kawasan transmigrasi. Perusahaan energi global yang masuk dalam 500 perusahaan terbesar di dunia itu menyatakan komitmennya untuk mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal dalam setiap proyek yang dikembangkan.

Vice President CEEC Southeast Asia Regional Headquarters, Mr. Jin Bin, mengatakan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi strategis bagi perusahaan yang telah beroperasi di lebih dari 147 negara tersebut.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama. Kami juga telah mengunjungi Pulau Rempang dan sedang mempelajari peluang investasi di kawasan tersebut,” ujar Mr. Jin Bin.

CEEC sendiri telah hadir di Indonesia sejak 1994 dan hingga saat ini telah melaksanakan lebih dari 100 proyek dengan total nilai kontrak sekitar 7 Miliar USD terutama di sektor pembangkit listrik dan infrastruktur energi. Berbagai proyek yang telah dikerjakan mencakup pembangkit listrik tenaga uap, tenaga air, hingga tenaga surya.

Menurut Mr. Jin Bin, investasi yang direncanakan berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dalam setiap proyek, perusahaan menargetkan dapat mempekerjakan hingga 5.000 tenaga kerja, dengan komposisi mengutamakan pekerja lokal Indonesia.

“Perbandingan tenaga kerja yang kami rencanakan adalah satu tenaga kerja dari Tiongkok untuk sepuluh tenaga kerja lokal Indonesia. Kami ingin memastikan investasi yang kami lakukan juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain membuka peluang kerja, CEEC juga menyatakan kesiapan untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kerja melalui program pelatihan yang dapat disinergikan dengan fasilitas pelatihan di kawasan transmigrasi.

Menteri Iftitah menambahkan, pemerintah saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BP Batam, untuk memastikan proses investasi di kawasan Rempang dapat berjalan secara kondusif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan investasi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat sangat penting untuk menghindari konflik sosial yang pernah terjadi di kawasan tersebut beberapa tahun lalu.

“Jika investasi mampu menjadi solusi bagi masyarakat melalui lapangan kerja, maka dukungan masyarakat juga akan semakin kuat,” pungkas Menteri Iftitah.



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya