Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Pernyataan Trump soal Iran Menyerah Penuh Kontradiksi

MINGGU, 08 MARET 2026 | 06:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan  Donald Trump dalam unggahan di platform Truth Social, yang menyebut Iran sebagai "The Loser of the Middle East" dan menggambarkan Iran sudah "menyerah" kepada negara-negara tetangganya, tidak menganggambarkan situasi geopolitik yang sedang terjadi.  

Akademisi Associate Professor Uhamka, Dr. Emaridial Ulza menyebut pernyataan tersebut tidak lebih dari sekadar retorika politik dan bukan gambaran nyata dari Timur Tengah saat pertempuran berkecamuk. 

“Donald Trump memiliki kebiasaan komunikasi mengambil kemenangan sebagai pesan pertama untuk mencoba menekan lawan secara psikologis,” ujar Emaridial Ulza dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.


Donald Trump sebelumnya mengatakan Iran “telah meminta maaf dan menyerah” kepada negara tetangga setelah serangan AS dan Israel, dan bahkan menyebut bahwa Iran bukanlah Pengganggu Timur Tengah, melainkan Pecundang Timur Tengah. 

Menurut Emaridial Ulza, pernyataan tersebut penuh kontradiksi yang menunjukan bahwa situasi di lapangan dalam agenda perang  kemungkinan sangat kompleks dan Amerika dalam keadaan terdesak.

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Hubungan Luar Negeri ini menambahkan bahwa dalam  banyak situasi perang atau konflik internasional, deklarasi kemenangan sepihak biasanya digunakan sebagai bagian dari strategi negosiasi untuk membangun opini publik.  

“Pola ini sudah berulang kali terlihat dari negosiasi dagang dengan Tiongkok, krisis Korea Utara, hingga konflik-konflik sebelumnya di kawasan yang sama. Klaim bahwa Iran telah menyerah hampir pasti merupakan framing untuk konsumsi domestik membangun narasi triumfalis yang ia butuhkan untuk rakyatnya dan juga dunia, bukan deskripsi akurat atas kondisi di lapangan,” jelasnya.

“Deklarasi kemenangan di media sosial bukanlah perdamaian. Dalam banyak kasus sejarah, retorika semacam ini justru dapat memperpanjang siklus eskalasi konflik, Apalagi ditambah dengan tidak ikut sertanya negara sekutu seperti UK atau juga spanyol menyusul jerman yang tidak akan terlibat langsung dalam perang ini memperkuat bahwa Trump butuh negosiasi,” tambahnya.

Sambung dia, Amerika begitu juga Iran perlu ada penengah. Indonesia bisa menjadi bagian penting dengan menggalang pertemuan melalui OKI atau juga dengan negara  Timur Tengah lain sebagai salah satu negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

“Indonesia dalam posisi berada di Board of Peace bentukan Trump dan juga Indonesia bagian dari BRICS bisa menjadi penghubung walaupun tidak secara langsung minimal niat baik Presiden Prabowo sedikit mengurangi ketegangan dengan segala konsekuensi yang didapatkan,” pungkasnya.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya