Berita

Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi (Foto: Dokumen pribadi)

Politik

Komisi VII DPR Desak Pemerintah Longgarkan Aturan Main Industri Mamin

SABTU, 07 MARET 2026 | 12:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VII DPR RI memandang perlu adanya relaksasi kebijakan pemerintah, khususnya bagi industri makanan dan minuman (mamin), untuk merespons dinamika geopolitik global yang tengah terjadi.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi mengatakan, sektor industri mamin memiliki kontribusi signifikan terhadap ekspor Indonesia, terutama ke tiga negara tujuan utama yakni Tiongkok, Amerika Serikat, dan India.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari–September 2025, kontribusi ekspor nonmigas Indonesia ke tiga negara tersebut mencapai 41,81 persen dari total ekspor nasional.


“Namun, dalam perjalanannya, tentu banyak sekali tantangan-tantangannya, banyak sekali isu atau masalah-masalah yang dihadapi. Apalagi sekarang kita ada isu terbesar di depan kita, sekarang ini sedang ada mulai kontraksi geopolitik yang luar biasa,” kata Erna saat kunjungan kerja di PT GarudaFood Putra-Putri Jaya, Gresik, Jawa Timur, dikutip Sabtu, 7 Maret 2026.

Politikus Fraksi Partai NasDem itu menilai konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran berpotensi memengaruhi industri dalam negeri, terutama terkait biaya produksi dan fluktuasi harga bahan baku.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan erat dengan rantai pasok global yang memengaruhi ketersediaan bahan baku impor bagi industri di dalam negeri.

Dalam kunjungan yang juga dihadiri perwakilan dari delapan kementerian dan lembaga mitra itu, Komisi VII DPR RI turut menginventarisasi berbagai tantangan yang dihadapi industri dalam menghadapi gejolak global.

Karena itu, Erna mendorong pemerintah mengambil langkah kebijakan yang lebih fleksibel guna menjaga keberlanjutan industri.

“Kemudian harus ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang lebih fleksibel ya, terkait bagaimana dengan pasokan bahan baku ini penting,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Selain itu, Komisi VII juga mendorong pelaku usaha melakukan diversifikasi produk, baik dari sisi desain maupun inovasi lainnya, sebagai strategi untuk menekan dampak kenaikan biaya produksi.

“Kita meminta para pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi produk, baik dari sisi desain maupun lainnya, untuk mengatasi biaya produksi yang tinggi,” pungkasnya.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

UAS Dihadang di Kutai Barat, DPR Minta Aparat Lindungi Tokoh Agama

Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09

Jadwal Babak Perempat Final hingga Final Piala Dunia 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:51

RI Bisa Belajar dari Vietnam untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:41

Prabowo Berpeluang Akhiri Konflik Rempang dengan Standar Tata Kelola Baru

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:34

Video Parodi Kopdes Jauh dari Pemukiman Viral, Menkop Janji Evaluasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:32

Roy Suryo Pede Menangkan Praperadilan soal Pasal ITE

Selasa, 07 Juli 2026 | 19:10

ASN Pemkot Bandung Terlibat Judol Bisa Dipecat

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:50

Ledakan Guncang Damaskus di Tengah Kunjungan Bersejarah Presiden Macron

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:28

Puan Siap Tindak Lanjuti Diplomasi "Sungai Gangga dan Sungai Mahakam"

Selasa, 07 Juli 2026 | 18:05

Prediksi Argentina Kontra Mesir Malam Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 17:51

Selengkapnya