Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Publika

Ucapan Bahlil Bikin Panic Buying BBM di Aceh

SABTU, 07 MARET 2026 | 05:22 WIB

LIDAH Menteri ESDM Bahlil Lahadalia enteng saja kalau ngomong. Dibilang stok BBM cuma untuk 21 hari. Efeknya, terjadi panic buying di Aceh. 

Luar biasa ya pejabat kita ini, master dalam seni "ngomong seenak jidat" tanpa mikir dua kali soal bom waktu yang bakal meledak di muka rakyat kecil. 

Dialah Bahlil Lahadalia, dengan santainya bilang stok BBM nasional cuma cukup buat 20-21 hari, langsung di tengah-tengah ancaman perang Timur Tengah yang bikin Selat Hormuz bisa ditutup kapan saja. 


Boom! Seolah-olah dia lagi kasih update cuaca, bukan nyalain api kepanikan nasional. Hasilnya? Di Aceh, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, SPBU langsung diserbu kayak lagi bagi-bagi THR gratisan. 

Antrean mengular berjam-jam, warga bawa jeriken, motor berjejer ratusan meter. Bahkan, sampai lumpuhin kota Takengon. 

Panic buying level dewa. Orang rebutan bensin kayak besok dunia kiamat. Padahal besoknya masih ada. Sungguh pemandangan mengharukan. 

Rakyat yang biasanya antre beras murah sekarang antre premium dan solar. Ini gara-gara satu kalimat dari pejabat yang katanya pintar ngatur energi.

Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru marah. Karena seperti biasa, setelah bikin kekacauan, datanglah klarifikasi heroik ala Bahlil. 

Di Istana Kepresidenan pada 4 Maret 2026, dia dengan muka polos bilang, "Eh, itu bukan stok habis kok, itu cuma kapasitas storage maksimal kita doang, standar nasional minimal 20-21 hari, maksimal 25 hari. Memang sejak dulu gitu, nggak lebih." 

Wah, jenius! Jadi yang dimaksud menteri kesayangan Presiden Prabowo Subianto ini bukan "stok kita tinggal 21 hari lagi mati lampu", tapi "tangki kita emang cuma muat segitu, chill aja". 

Stok sekarang malah katanya sudah 22-23 hari, bahkan di atas standar minimum 21 hari, aman banget buat Lebaran, harga subsidi nggak naik, semuanya indah. 

Klarifikasi datang setelah rakyat udah pada borong bensin, antre sampe ganggu akses rumah sakit, dan pedagang eceran BBM untung besar. 

Timing-nya sempurna, seperti dokter yang bilang "pasiennya sebenarnya sehat" setelah orang itu udah dikubur.

Sungguh mengharukan, betapa bijaksananya para pemimpin kita. Mereka bisa seenaknya lempar angka-angka bombastis yang bikin orang takut kelaparan minyak, lalu balik badan bilang "salah paham, itu cuma soal tangki". 

Rakyat? Ya sudah, tanggung sendiri akibatnya. Boros bensin, duit habis, emosi meledak, dan akhirnya sadar, kekhawatiran mereka ternyata cuma gara-gara salah tafsir kata-kata menteri. 

Bravo, Bapak Bahlil! Berkat kehebatan komunikasi Anda, Indonesia kembali jadi negara paling efisien dalam menciptakan chaos dari ketiadaan apa-apa. 

Sekarang, silakan lanjut antre di SPBU, atau mungkin langsung stok beras dan mie instan juga sekalian, siapa tahu besok ada menteri lain yang bilang stok pangan cuma cukup 15 hari. 

Selamat menikmati kepanikan yang sebenarnya nggak perlu, wahai rakyat yang mulia. Karena di negeri ini, kebenaran selalu datang terlambat, tapi kekacauan selalu tepat waktu.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

27 Ton Bantuan Korban Gempa NTT Diberangkatkan dari Lanud Halim

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:57

Merdeka dan Menderita

Senin, 17 Agustus 2026 | 05:23

Legislator PDIP Dorong Penguatan SKK Migas Lewat Revisi UU 22/2001

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:59

TelkomGroup Tancap Gas Perbaiki Layanan Pascagempa NTT

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:32

Malam Renungan Suci

Senin, 17 Agustus 2026 | 04:17

DOB Bekasi Utara Sangat Penting, Ini Alasannya

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:45

Jebolan Akmil 2003 Ini Siap Komandani Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Senin, 17 Agustus 2026 | 03:23

Koperasi dan Cacat Epistemologis Pemahaman

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:47

Kampung Binaan Pertamina Lubricants Dorong Ekonomi Sirkuler di Jakut

Senin, 17 Agustus 2026 | 02:20

Buku ‘Transformasi Tata Kelola Perikanan Indonesia’ Jawab Masalah Ekonomi Biru hingga PIT

Senin, 17 Agustus 2026 | 01:55

Selengkapnya