Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan cukup dalam pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat siang, 6 Maret 2026.
Indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini merosot 2,61 persen atau terpangkas sebanyak 201,436 basis poin ke posisi 7.509,101.
Sejak pasar dibuka pagi tadi di level 7.710, IHSG terpantau bergerak fluktuatif dalam rentang batas bawah 7.504 hingga menyentuh batas atas di angka 7.714.
Kondisi pasar siang ini didominasi oleh tren negatif, di mana sebanyak 645 saham tercatat melemah, sementara hanya 97 saham yang berhasil menguat dan sisanya bertahan di posisi stagnan.
Di tengah pelemahan ini, aktivitas pasar tetap ramai dengan saham-saham seperti ENRG, BUMI, dan MEDC yang muncul sebagai tiga emiten dengan nilai transaksi paling besar.
Tekanan jual melanda seluruh sektor di bursa tanpa terkecuali. Pelemahan paling tajam dialami oleh sektor siklikal (IDXCYCLIC) yang anjlok 4,78 persen, disusul sektor industri (IDXINDUST) yang turun 4,69 persen, serta sektor energi (IDXENERGY) yang terkoreksi 3,79 persen.
Sektor lainnya juga ikut memerah, termasuk infrastruktur yang turun 3,37 persen, barang baku sebesar 3,61 persen, dan properti yang melemah 2,27 persen. Sektor-sektor seperti finansial, teknologi, barang konsumen non-siklikal, kesehatan, hingga transportasi juga tidak luput dari zona merah dengan koreksi bervariasi.
Kelesuan ini juga tercermin pada berbagai indeks saham unggulan lainnya. Indeks LQ45 harus turun 2,38 persen ke level 769,108, sementara indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII) terperosok 2,89 persen ke angka 499,096. Kondisi serupa terjadi pada Indeks IDX30 yang melemah 2,34 persen ke posisi 409,208 serta indeks MNC36 yang terpantau merosot 2,73 persen ke level 319,353 pada siang hari ini.