Berita

Bioskop XXI (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp5,86 Triliun Sepanjang 2025

JUMAT, 06 MARET 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), yang dikenal melalui merek dagang Cinema XXI, menutup tahun buku 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp776,24 miliar. 

Pencapaian ini mengalami penurunan tipis sekitar 3,3 persen jika dibandingkan dengan laba bersih pada tahun 2024 yang mencapai Rp802,54 miliar. 

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, penurunan serupa juga terlihat pada laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, di mana nilainya terkoreksi dari Rp728,95 miliar menjadi Rp704,75 miliar. Meskipun demikian, emiten bioskop ini sebenarnya masih mampu mencatatkan pertumbuhan dari sisi pendapatan.


Sepanjang tahun 2025, CNMA membukukan pendapatan sebesar Rp5,86 triliun atau meningkat sekitar 2,6 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,71 triliun. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh kontribusi penjualan tiket yang mencapai Rp3,56 triliun serta penjualan makanan dan minuman sebesar Rp1,99 triliun. 

Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas operasional, total beban dan biaya operasi perusahaan turut naik menjadi Rp4,81 triliun dari sebelumnya Rp4,67 triliun. Kondisi ini membuat laba usaha perseroan berada di level Rp1,05 triliun, relatif stabil dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp1,06 triliun.

Dampak dari dinamika kinerja tersebut membuat laba per saham dasar perseroan turun menjadi Rp8,53 per saham dari posisi sebelumnya Rp8,75 per saham. 

Dari sisi neraca, total aset CNMA per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6,76 triliun, menyusut dari posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp7,01 triliun karena berkurangnya aset lancar. Sementara itu, liabilitas perusahaan cenderung tetap di angka Rp2,42 triliun, namun ekuitas mengalami penurunan sebesar 5,67 persen menjadi Rp4,34 triliun. 

Terakhir, posisi kas dan setara kas pada akhir 2025 berada di angka Rp1,81 triliun, yang mana penurunan dari angka sebelumnya Rp2,02 triliun mencerminkan penggunaan dana untuk mendukung operasional serta rencana ekspansi bisnis ke depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya