Berita

Kapal perang IRIS Dena milik Iran sebelum ditenggelamkan oleh Angkatan Laut AS (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Mirror Now)

Dunia

Iran Murka Kapal Perangnya Ditorpedo Pasukan AS

JUMAT, 06 MARET 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Teheran memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menyesali tindakannya setelah menenggelamkan kapal perang Iran di Samudra Hindia.

Insiden itu terjadi ketika kapal selam Angkatan Laut AS menembakkan torpedo yang menenggelamkan fregat Iran IRIS Dena di perairan dekat Sri Lanka. Kapal tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti latihan militer internasional.

Otoritas Sri Lanka menyatakan sebanyak 32 awak kapal berhasil diselamatkan. Namun sedikitnya 87 pelaut Iran dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.


Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai “kekejaman di laut”. Ia juga memperingatkan bahwa Washington akan menghadapi konsekuensi atas serangan itu.

“Ingat kata-kata saya: Amerika Serikat akan sangat menyesali preseden yang telah mereka tetapkan,” kata Araghchi, dikutip dari Associated Press, Jumat, 6 Maret 2026.

Pernyataan keras juga datang dari ulama senior Iran, Ayatollah Abdollah Javadi Amoli. Dalam pidatonya di televisi pemerintah, ia menyerukan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel, bahkan menyebut “darah Trump” sebagai bentuk balasan atas serangan terhadap Iran.

Ketegangan kemudian meningkat ketika Iran melancarkan gelombang serangan baru pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Serangan tersebut menargetkan Israel, pangkalan militer Amerika Serikat, serta sejumlah lokasi lain di kawasan Timur Tengah. Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di Tel Aviv dan Yerusalem saat sistem pertahanan Israel berusaha mencegat rudal yang datang.

Militer Israel menyatakan telah membalas dengan menyerang sejumlah target militer di Iran, termasuk lokasi peluncuran rudal balistik. Israel juga mengklaim menghantam sekitar 80 target yang terkait dengan kelompok Hizbullah di Lebanon dalam 24 jam terakhir.

Menurut pejabat di masing-masing negara, konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Iran, lebih dari 70 orang di Lebanon, dan sekitar selusin orang di Israel. Konflik ini juga mulai mengganggu pasokan minyak dan gas dunia serta mengancam jalur pelayaran penting di kawasan Timur Tengah.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya