Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Jadi Sorotan Fitch Gegara Tekan APBN

Airlangga: MBG Investasi Jangka Panjang

KAMIS, 05 MARET 2026 | 14:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi jangka panjang pemerintah.

Hal tersebut dikatakan Airlangga merespons sorotan lembaga pemeringkat global Fitch Ratings dalam penilaian terbaru terhadap prospek utang Indonesia.

Sebelumnya, Fitch memangkas outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Salah satu faktor yang disorot adalah potensi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dari implementasi sejumlah program prioritas pemerintah seperti MBG.


Meski demikian, Airlangga menilai program tersebut tetap penting karena memberikan dampak ekonomi yang besar dalam jangka panjang.

“MBG itu kan kalau beberapa studi dari World Bank maupun dari Rockefeller Foundation, dengan pelaksanaan yang masif dan baik, investasi satu dolar itu menghasilkan tujuh dolar,” ujar Airlangga  di Jakarta pada Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya, program gizi seperti MBG bukan sekadar belanja pemerintah, tetapi investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut juga bukan hal baru di tingkat global karena telah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS).

“Bahkan Amerika pun melakukan itu sehingga ini adalah tantangan long term dan medium term yang tidak bisa kita menghilangkan long term hanya untuk short term,” jelasnya.

Airlangga juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG saat ini masih dalam tahap awal sehingga implementasinya akan terus dilakukan secara bertahap.

“MBG ini kan baru berjalan, jadi kalau berjalan ya terus kita roll out,” katanya.

Selain MBG, Fitch juga menyoroti pembentukan Danantara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian serta menurunkan transparansi fiskal negara.

Menurut Airlangga, Danantara merupakan organisasi sovereign wealth fund yang relatif baru sehingga masih memerlukan waktu untuk membangun rekam jejak kinerja.

“Danantara kan sesuatu organisasi yang sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kan kenal. Jadi track record-nya memang diperlukan. Oleh karena itu perhatian itu menjadi catatan,” pungkasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya