Berita

Indonesia bergabung ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) untuk Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: Setneg)

Politik

Indonesia Perlu Bersikap Tegas di BoP

KAMIS, 05 MARET 2026 | 14:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indonesia harus bersikap tegas dalam menyikapi konflik internasional, khususnya yang berkaitan dengan tindakan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Menurut Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, posisi Indonesia sejak awal sudah sangat jelas, yakni menolak segala bentuk penjajahan di dunia sebagaimana amanat konstitusi.

“Posisi Indonesia mesti selalu jelas: menghapus penjajahan dari muka bumi. Sikap zionis Israel dan Amerika jelas menunjukkan aksi seperti penjajah. Melanggar kedaulatan dan tidak mengindahkan hukum internasional,” ujar Mardani lewat akun X miliknya, Kamis, 5 Maret 2026.


Politikus PKS itu menilai tindakan yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat tidak hanya melanggar kedaulatan suatu negara, tetapi juga mencederai prinsip-prinsip hukum internasional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seluruh negara.

Karena itu, Mardani mendorong pemerintah Indonesia untuk menyuarakan sikap tegas dalam berbagai forum internasional.

Ia menegaskan, Indonesia perlu mengambil peran aktif di berbagai pertemuan internasional untuk memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia.

“Indonesia perlu bersikap tegas di BoP (Board of Peace). Suarakan keadilan dan perdamaian. Khususnya kemerdekaan Palestina,” tegasnya.

Konsistensi sikap Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina merupakan bagian dari komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan penegakan hukum internasional. Dukungan tersebut juga sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang berpihak pada perdamaian dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan di dunia.


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya