Berita

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio. (Foto: Istimewa)

Politik

Pemerintah Harus Gunakan Bahasa Rakyat agar Tak Timbulkan Kepanikan

KAMIS, 05 MARET 2026 | 13:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio menilai pemerintah masih memiliki utang penjelasan kepada masyarakat terkait sejumlah isu strategis yang belakangan menjadi perhatian publik. 

Salah satunya mengenai pernyataan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya cukup untuk sekitar 20 hari ke depan.

Menurutnya, pernyataan tersebut muncul dalam konteks situasi global, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu distribusi energi dunia. Namun, ia menilai penjelasan pemerintah kepada masyarakat masih belum cukup jelas.


“Jadi pemerintah memiliki utang penjelasan,” ujar Hensat, sapaan karibnya, lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia mengaku memahami maksud pernyataan tersebut kemungkinan merujuk pada siklus pasokan energi yang terus diperbarui. Meski begitu, menurutnya, konteks itu tetap perlu disampaikan secara jelas kepada publik agar tidak menimbulkan salah tafsir.

“Terkait narasi BBM aman 20 hari itu maksudnya apa? Apakah setelah 20 hari ke depan kita nggak punya BBM? atau memang itu adalah jarak aman atau batasan aman atau durasi aman BBM yang kita miliki,” tuturnya.

Hensat mengakui menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat bukan hal yang mudah. Namun, menurutnya, komunikasi publik tetap harus dirancang dengan hati-hati agar tidak justru menimbulkan efek sebaliknya.

"Jadi kalau (pemerintah) bilang jangan panic buying, itu justru panik nanti masyarakatnya. Kayak teori jangan lihat kiri, ya lihat kiri orang," pungkas Founder Lembaga Survei Kedai Kopi itu.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya