Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Outlook Utang RI Jadi Negatif, Airlangga Soroti Dampak Gejolak Global dan Timur Tengah

KAMIS, 05 MARET 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merespons keputusan Fitch Ratings yang memangkas outlook utang Indonesia menjadi negatif. 

Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya dialami Indonesia, melainkan dipengaruhi dinamika global, terutama konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Menurut Airlangga, ketidakpastian geopolitik membuat proyeksi ekonomi dunia mengalami banyak perubahan. Namun, posisi Indonesia, kata Airlangga masih berada pada level investment grade dengan peringkat kredit BBB dari Fitch.


“Ekonomi dunia semuanya terpengaruh, bukan hanya oleh Fitch tetapi juga oleh perang. Dunia memang sedang menghadapi banyak perubahan outlook akibat perkembangan di Timur Tengah. Tapi yang penting Indonesia tetap investment grade,” ujar Airlangga di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menilai catatan dari Fitch perlu dipelajari sebagai pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat sejumlah aspek fundamental ekonomi nasional. Salah satunya meningkatkan penerimaan negara, terutama dari sektor pajak. 

Pemerintah, kata Airlangga, telah mendorong reformasi perpajakan melalui implementasi sistem core tax di Kementerian Keuangan.

“Beberapa hal yang perlu kita perkuat adalah dari sisi penerimaan. Pemerintah sudah paham itu, salah satunya melalui core tax yang didorong di Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengawal implementasi sistem tersebut agar rasio pajak Indonesia dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita akan terus kawal aja core tax ini agar rasio tax kita bisa kita tingkatkan,” pungkasnya.

Sebelumnya lembaga pemringkat internasional itu menyoroti pelebaran defisit RI, kenaikan utang, serta tekanan belanja pemerintah, termasuk imbas pembiayaan jumbo program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Outlook negatif dari Fitch tersebut memperparah sentimen dalam negeri setelah S&P Global Ratings juga memberikan peringatan terhadap prospek fiskal Indonesia.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya