Berita

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para elite politik dan presiden terdahulu. (Foto: Setneg)

Politik

Pertemuan Prabowo dengan Presiden Terdahulu Silaturahmi Plus-plus

KAMIS, 05 MARET 2026 | 09:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para elite politik dan presiden terdahulu dalam momentum Ramadan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026 mendapat tanggapan dari pengamat politik Adi Prayitno.

Adi menilai agenda tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan memiliki dimensi strategis di tengah situasi global yang kian memanas.

“Tentu ini silaturahmi plus-plus. Satu sisi mempererat antar tokoh kunci bangsa, sisi lainnya saling berdialog, tukar fikiran soal langkah strategis Indonesia menghadapi situasi global yang kian panas, khususnya konflik AS-Israel dengan Iran,” ujar Adi kepada RMOL, Kamis, 5 Maret 2026.


Menurutnya, dalam konteks eskalasi konflik internasional yang terus meningkat, pemerintah membutuhkan dukungan yang lebih luas, tidak hanya secara politik tetapi juga secara moral dan pengalaman dari para pemimpin terdahulu.

Adi memandang komunikasi lintas generasi kepemimpinan ini penting agar langkah Indonesia dalam merespons dinamika global tetap terukur, matang, dan mempertimbangkan berbagai perspektif strategis.

“Pemerintah sepertinya butuh dukungan moral dan dukungan pengalaman dari para tokoh-tokoh untuk mengantisipasi gejolak global yang eskalasinya meningkat,” jelasnya. 

Sejumlah tokoh bangsa tampak hadir, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Hadir pula mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Boediono, dan Ma’ruf Amin, serta para mantan Menteri Luar Negeri dan pimpinan partai politik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya