Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo. (Foto: Istimewa)

Politik

Masih Terkendala Fasilitas, Menteri Trenggono Segera Benahi KNMP Pujiharjo

RABU, 04 MARET 2026 | 16:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu 4 Maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Trenggono mengevaluasi langsung progres pembangunan KNMP yang masih belum rampung. Kunjungan itu merupakan rangkaian pemantauan pembangunan KNMP di sejumlah wilayah Indonesia. 

“Kita ingin memastikan yang dibangun sesuai standar dan kualitas, supaya nanti bisa berfungsi secara layak dan baik,” ujar Trenggono.


Dia mengaku telah mencatat sejumlah pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Salah satunya terkait ketersediaan air bersih yang masih dalam kondisi payau serta persoalan sedimentasi di area tambatan perahu.

“Tadi saya panggil kontraktornya untuk dikoreksi dengan baik. Soal air bersih ini harus betul-betul diselesaikan. Sedimentasi tambatan perahu juga segera kita kerjakan,” tegasnya.

Meski belum sepenuhnya selesai, beberapa fasilitas disebut telah beroperasi. Pabrik es sudah memproduksi, cold storage telah difungsikan, namun sarana Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) masih dalam tahap koordinasi untuk segera dibangun.

“Memang ini belum selesai 100 persen, tetapi sudah bisa beroperasi. Namun fasilitas yang belum lengkap harus segera dipenuhi,” tambahnya.

Trenggono juga menekankan bahwa pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dijalankan oleh Koperasi Merah Putih secara profesional, dengan pendampingan dan koordinasi bersama Kementerian Koperasi.

“Tahun ini kita rencanakan seribu Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Syaratnya tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kapal nelayan di masing-masing wilayah,” pungkasnya.

Adapun daerah Pujiharjo dikenal sebagai sentra pendaratan ikan layur, komoditas ekspor bernilai tinggi. Pada 2025, ikan layur yang didaratkan di wilayah tersebut mencapai sekitar 5.000 ton dengan kisaran harga Rp50 ribu per kilogram.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya