Berita

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. (Foto: Istimewa)

Politik

Situasi Perang Jangan Sampai Alihkan Fokus Pemerintah dari Persoalan Dalam Negeri

RABU, 04 MARET 2026 | 12:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah sebaiknya tetap memprioritaskan penyelesaian persoalan dalam negeri di tengah eskalasi konflik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Pengamat politik Adi Prayitno mengaku sepakat dengan pandangan bahwa fokus utama Indonesia saat ini adalah menuntaskan isu-isu domestik yang sedang menjadi perhatian publik.

“Saya setuju dengan pandangan bahwa Indonesia sebaiknya lebih fokus menyelesaikan persoalan yang terjadi di dalam negeri,” ujar Adi lewat kanal Youtue miliknya, Rabu, 4 Maret 2026.


Menurutnya, salah satu isu yang masih ramai diperbincangkan adalah terkait MBG, mulai dari persoalan menu makanan yang dianggap tidak layak hingga dugaan kasus keracunan.

“Persoalan menu makanan yang dianggap tidak layak tentu ini jangan dianggap sepele,” tegasnya.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu juga menyinggung persoalan teknis lain, termasuk isu keracunan MBG yang menjadi perhatian publik.

Ia mengingatkan agar energi pemerintah dan publik tidak habis tersedot oleh isu internasional, sementara persoalan kebangsaan di dalam negeri justru terabaikan.

Meski demikian, Adi menilai keinginan Indonesia untuk berkontribusi dalam mendorong perdamaian global merupakan niat yang mulia.

“Bahwa punya niatan berkontribusi, punya ingin andil terkait dengan bagaimana situasi di kancah global segera berakhir itu tujuan mulia. Di sisi lain, kita juga jangan pernah melupakan bagaimana persoalan kebangsaan yang menurut berbagai kalangan itu juga harus menjadi fokus,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya