Berita

Kolase bendera AS-Israel. (Foto: Mehr News)

Politik

Indonesia Harus Bersikap Tegas atas Kebiadaban Israel-AS

RABU, 04 MARET 2026 | 11:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera mengecam serangan militer yang dilakukan oleh Israel terhadap Iran yang didukung oleh Amerika Serikat, yang memasuki hari kelima pada bulan suci Ramadan. 

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu bahkan menyebut tindakan itu sebagai “biadab” dan melukai umat Islam secara global.

“Serangan Israel kepada Iran yang didukung oleh AS itu biadab dan melukai umat Islam, sebab dilakukan pada bulan Ramadan. Israel selalu mengincar momen Ramadan untuk melakukan pembantaian,” tegas Mardani lewat akun X miliknya, Rabu, 4 Maret 2026.


Mardani mengingatkan bahwa amanat konstitusi Indonesia, yakni bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan, menjadi landasan bagi pemerintah untuk bersikap tegas terhadap konflik ini.

“Amanat UUD 1945 jelas dan tegas, Kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Indonesia mesti bersikap tegas!” kata dia, menyerukan agar Indonesia mengambil posisi politik yang jelas di forum internasional dalam menghadapi eskalasi konflik yang semakin memanas.

Menurutnya, waktu pelaksanaan operasi militer yang bertepatan dengan bulan suci seharusnya menjadi momentum untuk menahan diri dan mengutamakan nilai kemanusiaan, bukan justru peningkatan kekerasan. 

Serangan AS-Israel ke Iran dilaporkan telah menyebabkan banyak korban, dengan jumlah tewas terus bertambah seiring berlanjutnya serangan udara dan pembalasan dari Teheran.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya