Berita

Dr. Ahmad Shaleh Amin. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Bisnis

Ekonomi Berkeadilan dan Manusia Bermoral Bangun Peradaban Kuat

RABU, 04 MARET 2026 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Alumni Pesantren Pondok Madinah dan Alumni Da’i Go Global LDPBNU Tahun 2025, Dr. Ahmad Shaleh Amin membeberkan analisis Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah soal peradaban yang tidak akan tegak tanpa fondasi ekonomi berkeadilan. 

Menurut Ahmad Shaleh, Ibnu Khaldun telah menegaskan bahwa produktivitas ekonomi memperkuat solidaritas sosial (‘ashabiyyah), sedangkan stagnasi ekonomi akan mempercepat kemunduran suatu peradaban.
 
Dalam kerangka ini, lanjut dia, distribusi kekayaan saja tidak cukup. Pengelolaan harta yang produktif dan berkelanjutan adalah lebih utama dan menjadi syarat kebangkitan.
 

 
“Jika kita membaca Ibnu Khaldun, maka jelas bahwa peradaban tidak bisa hanya bertumpu pada pola konsumtif-karitatif. Ia membutuhkan sistem ekonomi yang produktif dan visioner. Di sinilah sedekah, infaq, dan wakaf produktif menjadi sangat relevan,” jelas Dr. Ahmad dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Selasa malam, 3 Maret 2026.
 
Sedangkan Ibnu ‘Asyur mengaitkan reformasi Individu sebagai fondasi tatanan sosial. Dalam dimensi ekonomi tersebut, menurut Ahmad, harus dibaca bersamaan dengan dimensi moral yang ditegaskan oleh Muhammad Tahir bin Ashur dalam kitabnya U??l al-Ni??m al-Ijtim?‘? f? al-Isl?m. 

“Dalam karya tersebut, Ibnu ‘Asyur menekankan bahwa keberhasilan sebuah tatanan sosial tidak mungkin terwujud tanpa isl?? al-fard (reformasi individu). Ia menegaskan bahwa:’?al?? al-mujtama‘ far‘un ‘an ?al?? afradih’, (artinya) kebaikan masyarakat merupakan cabang dari kebaikan individu-individunya,” ungkap dia.
 
Bagi Ibnu ‘Asyur, syariat Islam bertujuan membentuk manusia yang berakhlak, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran sosial. Tanpa reformasi individu, perubahan struktural hanya akan menjadi slogan.
 
Dalam konteks filantropi Islam, zakat melatih disiplin dan kepatuhan, sedekah menumbuhkan empati, infaq memperluas partisipasi sosial, dan wakaf menanamkan visi jangka panjang. Semua instrumen itu bukan sekadar mekanisme ekonomi semata, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter.
 
“Jika individu terbentuk dengan kesadaran maqashid syariah, maka ia tidak hanya menunaikan zakat sebagai kewajiban, tetapi juga menggerakkan sedekah, infaq dan wakaf sebagai kontribusi peradaban,” ujar Ahmad.
 
Dalam konteks Indonesia, sambung dia, seruan agar pembangunan ekonomi umat tidak hanya bertumpu pada zakat harus dipahami sebagai strategi perluasan instrumen, bukan sebagai pengurangan kewajiban.
 
Zakat tetap sebagai rukun Islam yang menjadi pilar distribusi dan perlindungan sosial. Namun, pembangunan ekonomi produktif -- seperti penguatan UMKM, pendidikan berbasis wakaf, layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan komunitas membutuhkan fleksibilitas dana sedekah, infaq dan wakaf.
 
“Jika kita gabungkan analisis Ibnu Khaldun dan Ibnu ‘Asyur, maka gambarnya menjadi utuh. Peradaban yang kuat dibangun oleh ekonomi yang sehat dan manusia yang bermoral. Dan, Filantropi Islam menyediakan keduanya,” tandasnya.
 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya