Berita

Raja Mohammed VI (Foto: Kerajaan Maroko)

Dunia

Raja Maroko Kutuk Agresi Militer Terhadap Sejumlah Negara Teluk

SELASA, 03 MARET 2026 | 06:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Raja Maroko Mohammed VI mengutuk agresi militer yang menargetkan kedaulatan dan keamanan negara-negara Arab Teluk. 

Mengutip pernyataan resmi, Selasa, 2 Maret 2026, Raja disebut melakukan beberapa panggilan telepon pada akhir pekan dengan para pemimpin dari negara teluk.

Mereka adalah Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.


"Yang Mulia Raja Mohammed VI, semoga Allah membantunya, mengadakan beberapa panggilan telepon pada hari Sabtu ini dengan saudara-saudaranya, Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Pangeran," bunyi laporan kerajaan.

Dalam pembicaraan tersebut, Raja Mohammed VI menyampaikan kecaman keras terhadap setiap bentuk serangan yang mengancam integritas wilayah negara-negara sahabatnya. 

“Yang Mulia Raja, semoga Allah memuliakan-Nya, menegaskan kembali kecaman tegas Kerajaan Maroko terhadap agresi keji yang menargetkan kedaulatan negara-negara bersaudara ini dan keamanan wilayah mereka," tegasnya. 

Maroko juga menegaskan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang akan ditempuh negara-negara Teluk demi menjaga stabilitas nasional dan keselamatan rakyatnya. 

Lebih jauh, Raja Mohammed VI menekankan bahwa keamanan Teluk merupakan bagian tak terpisahkan dari stabilitas Maroko dan kawasan secara keseluruhan.

“Keamanan dan stabilitas negara-negara Teluk Arab merupakan bagian integral dari keamanan dan stabilitas Kerajaan Maroko, dan setiap ancaman terhadap keamanan mereka merupakan agresi serius dan tidak dapat diterima serta ancaman langsung terhadap stabilitas kedewasan.

Ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam setelah Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan, menyusul serangan udara yang sebelumnya menyasar target-target strategis di wilayahnya pada Sabtu, 28 Februari 2026. 

Serangan balasan itu dilaporkan menyasar fasilitas militer di sejumlah negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS, termasuk di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya