Berita

Blood Moon. (Foto: gettyimage)

Nusantara

Momen Langka, Cap Go Meh 2026 Juga Dirayakan Langit

SENIN, 02 MARET 2026 | 21:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perayaan Cap Go Meh 2026 bertepatan dengan gerhana Bulan total atau blood moon pada Selasa besok, 3 Maret 2026.

Tahun ini Cap Go Meh 2026 bukan hanya dirayakan di bumi, melainkan juga dirayakan oleh langit. Ini sebuah perpaduan langka karena Cap Go Meh bersamaan dengan gerhana bulan total.

Fenomena gerhana Bulan ini akan menciptakan blood moon atau Bulan purnama yang berwarna merah gelap. Alam dan langit memilih ikut menyaksikan dan memperkaya simbolisme festival Yuanxiao Jie (Festival Lampion) dalam tradisi Tionghoa.


Secara ilmiah, fenomena blood moon terjadi karena Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan. Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi (umbra). Cahaya Matahari tidak dapat mencapai Bulan secara langsung. 

Namun sebagian cahaya tersebut masih dibiaskan oleh lapisan atmosfer Bumi. Efek hamburan Rayleigh akhirnya menyebabkan gelombang cahaya biru dan ungu tersebar ke segala arah, sementara gelombang cahaya merah yang lebih panjang diteruskan dan memantul ke permukaan Bulan.

Inilah yang menghasilkan warna merah tembaga yang dramatis, sama seperti warna langit saat Matahari terbenam atau terbit.

“Bulan purnama yang bulat sempurna menjadi pengingat akan kebulatan persatuan dan harapan baru,” kata Dosen Budaya China di Universitas Kristen Petra, Sinolog Olivia dikutip dari Kantor Berita RMOLJateng, Senin, 2 Maret 2026.

Ketika gerhana total terjadi, Bulan yang seharusnya terang benderang justru memancarkan sinar berdarah merah karena cahaya Matahari yang tersebar melalui atmosfer Bumi. Warna merah dalam budaya Tionghoa identik dengan keberuntungan, vitalitas, dan perlindungan dari sial.

Dari perspektif Taoisme, perayaan ini semakin kontemplatif. Cap Go Meh (atau Shangyuan Festival) menghormati Tian Guan (Pejabat Langit yang membawa berkah baik), dan cahaya lampion melambangkan keseimbangan yin dan yang atau gelap dan terang, kegelapan yang melahirkan cahaya.

Gerhana Bulan total memperkuat filosofi bahwa kegelapan sementara (bayangan Bumi) justru menghasilkan cahaya merah yang hangat. Ini mengingatkan bahwa dalam kegelapan ada potensi transformasi dan kelahiran kembali. 

Dalam teks Taois kuno, Bulan purnama mencerminkan keselarasan kosmik bahwa segala sesuatu mengalir sesuai Tao. Bahwa cahaya manusia (lampion) tetap menyala meski langit menunjukkan sisi gelapnya sejenak. 

Dalam keheningan kontemplatif ini, filsuf Confucius, 551?"479 SM yang menggagas kepercayaan Khong Hu Cu. Confusius menyebut pentingnya harmoni antara manusia dan alam semesta.

“Kesalahan orang yang unggul seperti Matahari dan Bulan. Mereka memiliki kesalahan, dan setiap orang melihatnya. Mereka berubah dan semua orang akan memandang mereka," kata Confusius.

Ini seperti Matahari dan Bulan yang bergantian. Sebuah perubahan bahkan yang tampak gelap seperti gerhana adalah bagian dari siklus alamiah yang patut dihormati. 

Cahaya Cap Go Meh 2026 dirayakan di bawah langit merah. Dalam harmoni yin-yang, kegelapan bukan akhir, melainkan pintu menuju cahaya yang lebih dalam dan keberuntungan yang sejati.

Cap Go Meh 2026 adalah momen langka dan lebih sakral. Ini adalah sebuah undangan dari alam untuk merayakan tidak hanya dengan lampion di tangan, tapi juga dengan hati yang terbuka pada alur Tao yang tak terucapkan.

Selamat merayakan, semoga cahaya Bulan merah membawa berkah bagi kita semua.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya